Warga Kecewa Pelayanan Pasien Covid Meninggal di RSMY, Minta Kinerja Dievaluasi

BDKlik.com, – Santoso Ujang Effendi, M. Kes, warga Kelurahan Nusa Indah Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu mengaku kecewa dengan pelayanan di RS. M Yunus Bengkulu yang dinilai harus dievaluasi.

Salah satu pelayanan yang dikeluhkan warga tersebut yakni soal sulitnya penyediaan mobil Ambulance untuk pengantaran jenazah ke pemakaman.

Santoso menceritakan, rasa kecewa terhadap pelayanan RS. M Yunus tersebut berawal pada Minggu (30/6/2021), saat itu ayahnya Drs. H. Zulkifli bin Ma’ruf dan divonis positif Covid-19 oleh pihak RS. M Yunus, kemudian pasien dipindahkan ke ruang Irna Fatmawati.

Setelah beberapa hari mendapatkan perawatan di RS  M Yunus, Kamis (3/6/2021) pasien dinyatakan meninggal dunia, dan langsung dilaksanakan penanganan jenazah di RS M Yunus.

Sehabis Ashar, proses fardu kifayah sudah selesai dilaksanakan, dan tinggal menunggu mobil Ambulance RS. M Yunus untuk mengantar jenazah ke pemakaman.

“Saat itu kami sudah melakukan koordinasi ke bagian Humas RS M Yunus untuk menyediakan mobil Ambulance. Namun setelah lama ditunggu belum juga kunjung datang, padahal di rumah duka sudah siap menyambut jenazah untuk dilakukan pemakaman,” kata Santoso dengan raut kecewa, Sabtu, (5/6/2021).

Santoso menuturkan, pihak RS. M Yunus seharusnya menyiapkan mobil Ambulance setelah waktu Ashar namun baru disediakan seusai salat Maghrib.

“Disini yang katanya rumah sakit rujukan se-Provinsi Bengkulu untuk penanganan Covid-19 dengan ruang khusus dan pelayanan cepat itu, mana?,” tanya Santoso.

Diketahui, belum lama ini, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah melantik Badan Pengawas Rumah Sakit (BPRS) yang tugas dan fungsinya bertanggungjawab dalam hal pengawasan RS. M Yunus Bengkulu.

“Tentu dengan kejadian ini bisa menjadi dasar BPRS melakukan evaluasi kinerja di RS M Yunus,” tutup Santoso.

Hingga berita ini diturunkan, media ini masih berupaya melakukan konfirmasi terhadap pihak RS. M Yunus mengenai keluhan dan kekecewaan warga dengan pelayanan RS. M Yunus Bengkulu tersebut.(789)