September 26, 2020

Wagub Optimis Mampu Dongkrak Ekonomi Bengkulu Pasca Pandemi

BDKlik.com, – Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu Dedy Ermasyah menyebutkan akan melakukan berbagai strategi untuk memutar kembali roda ekonomi disektor pariwisata Provinsi Bengkulu pasca pandemi Covid-19. Selain itu Pemerintah juga akan mempersiapkan strategi baru untuk menghadapi “New Normal” atau tatanan baru disektor pariwisata pasca pandemi. Wagub optimis bahwa itu dapat terwujud sehingga perekonomian di Bengkulu akan semakin baik.

Hal tersebut diungkapkan Wagub saat mengikuti Reopening Ekonomi Indonesia – Berdamai Dengan Covid-19 Menyongsong Implementasi Protokol ” New Normal” di Daerah Pariwisata se-Indonesia, yang dilaksanakan secara  Zoom Meeting & Live Youtube ITEL Academy, di ruang VIP Pola Provinsi Bengkulu, Kamis (14/5/2020). 

“Intinya Provinsi Bengkulu siap untuk berbenah dan menghadapi arus wisata dengan tetap berpedoman pada protokol kesehatan,” jelas Dedy.

Untuk mengatasi dampak Covid-19 pada sektor pariwisata, sambung Dedy, Pemerintah Provinsi Bengkulu akan melakukan langkah strategis dengan melakukan berbagai event wisata yang tetap mengedepankan protokol kesehatan serta membangun kepercayaan calon wisatawan.

“Menyiapkan fasilitas kesehatan di destinasi wisata maupun menjalankan protokol kesehatan guna pencegahan penyebaran Covid-19 ditempat wisata,” ungkap Dedy.

Merebaknya virus Corona yang merusak berbagai segi tatanan kehidupan masyarakat, Dedy berharap tidak selalu menjadi beban, namun bagaimana dapat menemukan suatu peluang untuk kembali bangkit dari keterpurukan.

“Bagaimana kita melihat Covid -19 ini menjadi peluang dan bukan menjadi beban,” tegas Dedy.

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Moeldoko yang turut dalam Webinar mengatakan, sektor pariwisata merupakan sektor yang paling berat dalam menghadapi situasi Covid-19 ini.

“Pariwisata mengalami situasi yang paling jelek dan dampaknya (Covid-19) sangat terasa dari berbagai sisi kepariwistaan,” ucap Moeldoko.

Menyikapi hal itu pemerintah telah melakukan berbagai langkah guna menyelamatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf). Namun disisi lain, sektor pariwista akan mengalami lonjakan besar pasca Covid-19 yaitu mengubah tren wisata dan perilaku masyarakat. Untuk menghadapi ini
pemerintah melakukan beberapa strategi diantaranya, mengoptimalkan penanganan pandemi Covid-19 untuk memberikan sinyal positif dan membangun kepercayaan calon wisatawan. Meningkatkan standar kebersihan dan keamanan di destinasi pariwisata.

“Presiden memperkirakan tahun depan sektor pariwisata akan mengalami booming. Untuk itu, destinasi pariwisata dan industri pariwisata harus mempersiapkan diri dengan berbagai strategi.
Memberikan pendampingan dan pelatihan bagi pelaku usaha industri Parekraf. Mengoptimalkan promosi pariwisata yang berbasis digital,” terang Moeldoko.

Untuk diketahui, Webinar pariwisata tersebut dimotori Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) Indonesia dan diikuti ratusan peserta dari berbagai instansi pemerintah dan swasta serta para pelaku usaha dibidang pariwisata. (IAL)