September 26, 2021

Usai Beraksi, Dua Tersangka Hipnotis Diciduk Personil Gabungan

BDKlik.com, – Personil gabungan Satreskrim dan Satlantas Polres Kepahiang berhasil membekuk terduga pelaku tindak pidana kejahatan dengan modus gendam atau hipnotis.

Kedua terduga pelaku tersebut yakni HN (28) dan SI (29) warga Kota Lubuk Linggau Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Kasat Reskrim Iptu Weliwanto Malau, S.Ik saat dikonfirmasi, Kamis (24/6/2021) mengatakan, kedua terduga pelaku ditangkap di Puncak Perbatasan Kabupaten Bengkulu Tengah – Kepahiang, Selasa (22/6/2021) sekira pukul 10.00 WIB.

Penangkapan keduanya berawal dari informasi masyarakat yang menyampaikan adanya peristiwa hipnotis yang tersangkanya melarikan diri ke arah Kabupaten Kepahiang.

Setelah mengidentifikasi kendaraan yang digunakan tersangka yakni daihatsu xenia warna putih dengan nomor polisi BG 1904 GE , Polres Kepahiang langsung melakukan pencegatan di perbatasan.

Setelah menunggu beberapa saat, kendaraan yang dicurigai akhirnya terlihat dan langsung di berhentikan.

Sesaat setelah berhasil diamankan, Personil Polres Kepahiang kemudian melakukan interogasi awal dan diketahui bahwa keduanya baru saja melakukan aksi hipnotis.

“Kedua tersangka melakukan aksinya bersama dengan 1 lagi rekannya yang berhasil kabur di Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Benteng,” kata Welliwanto.

Welliwanto menuturkan, usai melakukan interogasi awal, pihaknya kemudian melakukan penggeledahan terhadap tersangka dan juga kendaraan yang digunakan dan berhasil menemukan barang bukti berupa 1 buah barang bukti kalung emas, uang tunai Rp 136.000 (seratus tiga puluh enam ribu rupiah), STNK Mobil yang digunakan, 1 unit mobil, 1 buah KTP, 1 buah SIM C, 1 buah SIM A, dan 1 buah tabungan BRI, 1 jam tanggan, 1 buah tasbi, 4 buah cincin warna kuning, 1 buah liontin kalung warna kuning, 1 buah kalung warna silver, 1 buah anting-anting warna kuning, serta 1 buah senjata tajam.

“Saat ini kedua tersangka berikut barang bukti telah diamankan di Mapolres Kepahiang guna proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” jelas Welliwanto. (461/Humas Polda Bengkulu)