Sekolah di Benteng Gratiskan Biaya dan Belikan Baju Siswa

BDKlik.com, – Kepedulian 19 guru di SMK Negeri 3 di Desa Talang Tengah, Kecamatan Pondok Kubang, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu patut diapresiasi. Pasalnya, untuk mengajak siswa kembali masuk sekolah mereka secara sukarela menyisihkan gajinya untuk membeli seluruh seragam siswa baru di sekolah tersebut. Bahkan sekolah juga mengratiskan semua biaya hingga tamat sekolah serta memberikan layanan program sekolah gratis pada seluruh siswanya.

Kepala Sekolah SMK Negeri 3, Afrijoni, Senin (8/6/2020) mengatakan, inisiatif membelikan baju seragam gratis kepada setiap siswa baru merupakan salah satu cara untuk menarik minat anak-anak calon siswa yang umumnya berasal dari keluarga kurang mampu.

“Tidak saja sekolah gratis, baju seragamnya kita berikan juga. Jadi anak-anak masuk sekolah tinggal belajar saja,” ujar Afrijoni.

Sedangkan, kata Afrijoni, program sekolah gratis hingga tamat untuk semua siswa diambil berdasarkan banyak faktor. Pertama di daerah tersebut banyak ditemukan anak kurang mampu untuk bersekolah karena alasan biaya.

“Kenapa kami gratiskan untuk siswa hingga lulus, banyak anak desa yang tak mampu sekolah karena alasan ekonomi. Sekolah ini awalnya berbayar, kami melihat banyak siswa tidak mampu bayar. Bahkan ijazah tamat tidak diambil karena tidak ada uang, akhirnya numpuk di lemari milik sekolah,” ungkap Afrijoni

Afrijoni menuturkan, karena alasan ekonomi anak-anak desa sekitar sekolah akihirnya banyak memilih bekerja mencari nafkah membantu orangtua ketimbang sekolah.

“Banyak anak-anak di sekitar sekolah lebih memilih bekerja mencari nafkah membantu orangtua ketimbang sekolah. Makanya kami melakukan kegiatan ke rumah-rumah, membujuk orangtua dan anak-anak agar mau bersekolah. Apalagi kita berikan gratis hingga tamat,” terang Afrijoni.

Di SMK Negeri 3 memilik 4 jurusan yakni akuntansi, pertanian, peternakan dan multimedia. Terdapat 19 guru berstatus PNS hampir mayoritas bersertifikasi. Tidak saja itu beberapa orang diantara guru sekolah itu menyandang pendidikan strata dua (S2).

Berbicara fasilitas, sekolah ini nyaris memiliki daya dukung pendidikan yang memadai memiliki laboratorium, praktek lapangan, perkebunan, kegiatan ekstrakulikuler disertai tenaga pengajar yang mumpuni.

“Sekolah ini digunakan untuk masyarakat setempat, terutama siswa kurang mampu agar dapat mengenyam pendidikan yang layak sehingga bisa menjadi modal mereka bekerja,” tutup Afrijoni. (461)