September 24, 2020

Sebelum Tenggelam, Bocah SD Sempat Melambai dan Dikejar

BDKlik.com, – Peristiwa orang tenggelam kembali terjadi di Kota Bengkulu. Kali ini bocah yang masih duduk di Sekolah Dasar (SD) bernama Fadli warga Kelurahan Jalan Gedang Kecamatan Gading Cempaka yang tenggelam saat mandi bersama tiga temannya di Muara Sungai Jenggalu tepatnya Muara Pantai kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kota Bengkulu, Kamis (28/5/2020).

Beruntung dari empat orang korban tiga diantaranya berhasil diselamatkan oleh pemancing yang saat itu akan mencari ikan. Namun naas bagi Fadli karena sampai saat ini ia belum juga ditemukan dan tim Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu, Tagana, Polairud, PMI, TNI/Polri serta masyarakat masih melakukan pencarian.

Berdasarkan data yang didapat dilokasi kejadian, ketika itu seorang pemancing datang dengan maksud mencari ikan. Namun ia dikejutkan oleh empat orang bocah yang melambaikan tangannya yang diduga tenggelam. Pemancing tersebut lantas mengejar para korban dan berhasil menyelamatkan tiga korban. Sedangkan satu orang korban yakni Fadli yang ketika itu posisinya terpisah tidak dapat diraih oleh pemancing tersebut sehingga ia tenggelam dan hingga kini belum juga ditemukan.

Masrul Kordinator Lapangan Basarnas mengatakan, keempat korban tersebut awalnya berenang di lokasi kejadian. Namun salah satu korban yang tidak berhasil diselamatkan itu hanyut karena kondisi arus yang cukup deras. Sebelum tenggelam korban sempat melambai-lambai dan dikejar oleh pemancing yang ketika itu akan mencari ikan namun hanya tiga orang yang berhasil diraih dan satu tidak berhasil diselamatkan oleh pemancing tersebut.

“Muara ini kedalamannya bervariasi, banyak jebakan, banyak bekas pohon tumbang, pohon hanyut. Kalo prediksi kita masih disekitaran lokasi korban tenggelam karena ombaknya kencang kedalam dan kemungkinan untuk keluar kecil,” kata Masrul.

Masrul menyatakan, setelah mendapatkan laporan pihaknya langsung bergerak cepat menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan langsung melakukan pencarian, namun hingga kini korban belum ditrmukan. Pencarian sementara menurunkan dua perahu karet.

“Tidak menutup kemungkinan korban tersangkut karena disini banyak kayu-kayu,” ucap Masrul. (461)