September 26, 2021

Respon Cepat, Polres dan Wawali Terjun Tangkap Pelaku Balap Liar Resahkan Warga

BDKlik.com, – Tim khusus Satlantas Polres Bengkulu dipimpin Kasat Lantas Polres Bengkulu AKP Kadek Suwantoro bersama Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi kompak terjun ke kawasan Pasir Putih Ujung Pantai Panjang Kota Bengkulu yang kerap dijadikan ajang balap liar dan melakukan pembubaran sekaligus penertiban kepada para terduga pelaku balap liar, Sabtu (29/8/2021) malam.

Puluhan terduga pelaku balap liar beserta sepeda motor yang diduga digunakan balap liar berhasil diamankan petugas. Penertiban aksi balap liar yang meresahkan warga tersebut cukup dramastis, sejumlah pelaku sempat berusaha menghindar dan kabur dari petugas. Namun berkat kesigapan para petugas sejumlah pelaku yang berusaha kabur berhasil diamankan.

Penindakan yang dilakukan Satlantas bersama Pemkot Bengkulu tersebut menindaklanjuti laporan masyarakat yang resah dengan aksi balap liar karena sering membahayakan pengendara lainnya.

Ironisnya, para pelaku balap liar tidak hanya berasal dari Kota Bengkulu tetapi, banyak yang dari Kabupaten tetangga seperti Seluma, Bengkulu Tengah dan Bengkulu Utara. Bahkan ada yang berasal dari Kabupaten Empat Lawan Sumsel yang diduga sengaja datang malam minggu untuk balap liar.

“Menindaklanjuti adanya keluhan warga yang resah, kami memang meminta pihak Polres untuk menertibkan. Walaupun sebelumnya pihak polres juga sudah sering menertibkan, malam ini kita lakukan penertiban lagi,” kata Dedy Wahyudi disela-sela penertiban.

Sementara, Kasat Lantas Polres Bengkulu, AKP. Kadek Suwantoro mengatakan, penertiban ini merespon laporan masyarakat yang resah dengan adanya aktifitas balap liar di kawasan Pasir Putih Pantai Panjang. Karena selain mengganggu kenyamanan di lingkungan sekitar, aksi balap liar yang dilakukan dapat membahayakan.

Lalu, sambung Kadek, sepeda motor yang berhasil diamankan dibwa ke Polres Bengkulu untuk di sanksi tilang serta ditahan dalam waktu satu bulan kedepan guna memberikan efek jera. Sedangkan para terduga pelaku balap liar akan diberi pembinaan dan pemahaman-pemahaman terkait bahayanya aksi balap liar.

“Kita berikan sanksi tilang. Bagi yang terbukti melakukan balap liar maka akan kita tahan selama satu bulan. Untuk anak yang dibawah umur maka nanti akan kita panggil orangtuanya. Mereka membuat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya, orangtuanya juga harus mengetahui sebagai efek jera,” jelas Kadek. (Jeger)