December 5, 2021

Puskaki Soroti Lambannya Pembangunan Rusun

BDKLIK.com, – Pusat Kajian Anti Korupsi (Puskaki) Provinsi Bengkulu menyoroti lambannya pembangunan Rumah Susun (Rusun) proyek kementrian PUPR tahun 2020 di Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu.

Direktur Puskaki Provinsi Bengkulu Melyan Sori mengatakan, pembangunan rusun tersebut sesuai yang tertera di papan kontrak, merupakan pembangunan Rusun Aparatur Sipil Negara (ASN) PUPR BWS Sumatera VII. Berdasarkan papan yang terpasang, tanggal kontraknya pada Maret 2020 dengan nilai kontrak Rp 27 miliar lebih yang anggarannya bersumber dari APBN. Waktu pelaksanaan 420 hari kalender.

“Yang menarik disini, kalau kita tarik dari 420 hari kalender ini sudah habis masa waktu pengerjaannya. Saya juga mengecek di situs resmi perumahanpugo.id yang menyebutkan bahwa keementrian pekerjaan umum dan perumahan rakyat direktorat jendral perumahan membangun Rusun yang diperutukan untuk ASN dan BWS VII Sumatera yang dilakukan satuan kerja non vertikal dengan PT Bangun Jaya Abadi sekalu kontraktor pelaksana kegiatan. Berdasarkan di situs web itu dengan waktu pekerjaan selama 240 hari kalender. Kalau ditarik dari berita ini pun sebetulnya kalau dari 13 Maret itu sudah berakhir,” kata Melyan Sori saat mendatangi Rusun, Kamis (19/11/2021).

Melyan Sori menyayangkan lambatnya pekerjaan hingga batas waktu yang ditentukan, namum pengerjaannya masih belum selesai.

“Saya sudah lihat proyek ini belum selesai masih dalam pengerjaan padahal ini adalah proyek APBN. Tentu ini menjadi pertanyaan bagaimana dari sisi perencanaannya. Kalau berdasarkan kontrak awal dan ini sekarang sudah bulan November itu sudah berakhir, perkara ada adendum atau sebagainya, tapi kita berpatokan pada situs resmi dan plang. Bagaimana dengan perencanaannya ketepatan waktu pekerjaan dan sebagainya. Karena ini uang negara, mengapa kemudian proyeknya belum tuntas,” ungkap Melyan Sori.

Melyan Sori berharap, proyek tersebut segera diselesaikan dan akan menjadi pertanyaan apabila kemudian kontraktor habis masa pekerjaannya tahap awal tapi belum juga tuntas.

“Ini menjadi pertanyaan besar. Karena ini masih dikerjakan, jadi betul-betul masih dikerjakan. Sangat disayangkan sekali. Apalagi proyeksi proyek ini untuk teman-teman ASN dan kedepan yang perlu kita pantau adalah harus sesuai dengan peruntukannya dan pembangunannya harus sesuai standar,” jelas Melyan Sori. (461)

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com