December 5, 2021

PLN Sosialisasi Invet Pembangunan SUTT Pulau Baai-Arga Makmur

BDKLIK.com, – PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero melakukan sosialisasi Inventarisasi tanah dan Tanam Tumbuh serta Bangunan (Invet) guna memberikan informasi yang jelas terhadap warga Kabupaten Bengkulu Tengah yang lahannya terkena pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Pulau Baai-Arga Makmur.

Sosialisasi yang berlangsung di Kantor Desa Abu Sakim Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah ini melibatkan Jaksa Pengacara Negara (JPN) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu, dua orang pemilik lahan dan pihak terkait lainnya, Kamis (25/11/2021).

Suvervisor Perizinan dan Pertanahan PT PLN Persero Unit Sumbagsel, Soni Irawan dalam pemaparannya mengungkapkan, ihwal ganti rugi dan kompensasi terhadap lahan warga Desa Abu Sakim yang terkena pembangunan SUTT Pulau Baai-Arga Makmur bertegangan 150 Kilo Volt (KV),
pihaknya berpedoman pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2021.

“Untuk besaran ganti rugi dan kompensasi yang menentukan adalah Kantor Jasa Penilai Publik (KJPL) sebagai pihak independen,” kata Soni Irawan.

Soni Irawan menegaskan, dalam pembayaran ganti rugi dan kompensasi dilakukan secara transparan dan akuntabel melalui bank ke masing-masing rekening pemilik lahan. Sehingga dalam hal ini tidak boleh diwakilkan.

Soni Irawan membeberkan, dari 31 Desa di Kabupaten Bengkulu Tengah dan Bengkulu Utara, sudah sekitar 95 persen yang mendapatkan sosialisasi mengenai ganti rugi dan kompensasi terhadap lahan yang terkena pembangunan SUTT.

“Nanti tim KJPP akan turun ke Lapangan untuk melihat lahan. Setelah itu, kita akan adakan pertemua lagi dengan pemilik lahan guna menentukan nilai ganti rugi dan kompensasi terhadap lahan mereka yang terkena pembangunan SUTT,” ungkap Soni Irawan.

Sementara, Kasi Pertimbangan Hukum Datun Kejati Bengkulu Oktalian Darmawan, SH.MH saat sosialisasi mengungkapkan dengan gamblang dihadapan masyarakat bahwa pihaknya selaku JPN betkewajiban memberikan pertimbangan hukum terhadap PLN supaya, pembangunan SUTT dapat berjalan dengan sesuai prosedur dan perundang-undangan tanpa ada yang dirugikan dan tidak menimbulkan persoalan hukum dikemudian hari.

“Saya berharap, pertemuan ini memberikan pencerahan kepada warga yang lahannya terkena pembangunan SUTT, sehingga tidak mudah tertipu dengan oknum yang mengatasnamakan PLN untuk mencari keuntungan pribadi, karena memang sistem pembayaran ganti rugi dan kompensasi langsung ke rekening warga yang lahannya terkena pembangunan SUTT,” terang Oktalian Darmawan.

Perlu diketahui, dalam pembangunan
SUTT Pulau Baai-Arga Makmur bertegangan 150 KV tersebut rencananya akan dibangun sebanyak 174 tower dengan panjang jaringan mencapai 54 Kilo meter dan jarak antara tower 300 hingga 350 meter.

Dari 174 tower tersebut jumlah tapak tower yang telah dibangun sejak tahun 2015 hingga 2021 sebanyak 136 tower dan tersisa 38 tower lagi yang belum dibangun. Sedangkan untuk pondasi yang sudah dibangun sebanyak 143 unit, tinggal tersisa
31 unit lagi yang belum dibangun. (461)

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com