September 19, 2020

Permohonan Ditolak PLN, Bisnis Hotel, Perusahaan dan Mall di Bengkulu Terancam Tutup, Gubernur Panggil PLN

BDKlik.Com, – Dampak covid-19 tidak hanya mengancam ekonomi kecil. Imbas dari wabah ini, juga menjangkit perekonomian di kalangan pengusaha dan investasi di Bengkulu.

Salah satunya, menyangkut listrik. Pandemi covid-19 membuat perekonomian lesu. Sehingga beban pembayaran listrik yang ditanggung bisnis perhotelan, mall dan usaha lainnya, mulai memberatkan para pengusaha, sehingga mengancam investasi daerah.

Hingga saat ini, belum terhitung berapa banyak karyawan dan pekerja, terpaksa dirumahkan hingga ada yang PHK, akibat lesunya perekonomian akibat dampak pandemi.

Beban operasional yang ditanggung para pengusaha, salah satunya beban biaya listrik, ternyata tetap berjalan. Meski sudah diajukan permohonan ke PLN untuk memberi keringanan, namun ditolak.

Kondisi ini mengancam pengusaha dan investasinya, karena juga terimbas akibat dampak pandemi covid-19, yang membuat ekonomi lesu secara menyeluruh, tidak hanya di Bengkulu, bahkan secara nasional maupun internasional.

Keluhan para pengusaha ini lantas disampaikan kepada Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah. Respon bersambut, Gubernur langsung mengajak PLN untuk membahas masalah ini.

Dalam pertemuan itu, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah memastikan masyarakat Provinsi Bengkulu benar-benar mendapatkan stimulus listrik akibat dampak dari pandemi Covid-19.

Hal ini disampaikan Gubernur Rohidin usai melakukan Rapat Terbatas bersama Manager PT. PLN UP3 Bengkulu, Sabtu (18/4).

Salah satu kebijakan pemerintah pusat dalam membantu masyarakat terdampak Covid-19 yakni memberikan pembebasan biaya tarif listrik bagi konsumen 450 Volt Ampere (VA) dan pemberian keringanan tagihan 50 persen kepada konsumen bersubsidi 900 VA subsidi.

“Kita ingin memastikan bahwa program pemerintah terkait dengan pembebasan biaya untuk 450 VA dan 50 persen untuk daya 900 VA ini, yang berlaku bulan April, Mei dan Juni, baik yang menggunakan Pra Bayar juga demikian dapat sesuai dengan target,” jelas Gubernur Rohidin.

Dalam pembahasan bersama Manager PT. PLN UP3 Bengkulu, Gubernur mengusulkan agar juga memberikan keringanan kepada pelanggan-pelanggan premium seperti sektor perhotelan, pusat perbelanjaan dan pasar modern.

Dijelaskan Gubernur Bengkulu kesepuluh ini, bahwa dengan kondisi sekarang tentu sangat berimbas kepada aktifitas perekonomian, sementara daya listrik yang harus dibayarkan pada bulan ini sangat besar.

“Maka tadi ada kebijakan walaupun belum membayar sampai sekarang ini tetap tidak akan di putus, sembari saya sebagai Gubernur akan juga membuat usulan, bersama Gubernur se Indonesia itu akan membuat usulan kepada bapak Presiden melalui Menko Perekonomian dan Direktur PLN agar bagaimana mereka juga mendapatkan keringanan sektor usaha ini,” pungkas Rohidin.

Sejalan dengan itu Manager PT. PLN UP3 Bengkulu Haris Andika menjelaskan PLN telah memberikan program gratis atau diskon kepada daya 450 VA dan 900 VA subsidi dengan total 220 Ribu pelanggan yang menerima program tersebut.

“Untuk masyarakat yang tidak bisa mengakses, tidak punya WA dan Email mungkin blank spot, kami langsung antar ke kepala desa atau Ketua RT, harapannya Token atau diskon itu sampai kepada tempat – tempat yang tidak ada sinyal,” kata Haris.

Ia pun menjamin pasokan listrik pada masa pandemi Covid-19 dan juga menyambut Bulan Suci Ramadhan ini mencukupi dan tidak ada kendala.

“Dapat kami sampaikan bahwa pasokan listrik aman Alhamdulilah, kondisi masih berjalan lancar dan doanya semua, semoga listrik juga tetap lancar,” harap Haris.(820/MP)

Leave a Reply