January 20, 2022

Penyidik Panggil Lagi Adik Bupati Mukomuko

BDKLIK.com, – Tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Mukomuko Provinsi Bengkulu kembali melayangkan panggilan ke 3 untuk adik Bupati Mukomuko inisial S berkaitan dengan penyidikan kasus dugaan korupsi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kabupaten Mukomuko tahun 2019-2020.

Kasi Pidsus Kejari Mukomuko, Andi Setiawan, SH.MH mengatakan, jika pada surat panggilan 1 dan 2, pihaknya melayangkan ke saksi berinisial S di alamatkan ke Dinas Sosial setempat dan yang bersangkutan tidak hadir. Maka, untuk panggilan ke 3, penyidik melayangkan surat panggilan langsung ke saksi S dan diharapkan yang bersangkutan kooperatif memenuhi panggilan penyidik.

“Kita sudah panggil kembali terkait saksi inisial S kami ingin memastikan apakah panggilan ini betul-betul sampai ke yang bersangkutan atau tidak. Memang pemanggilannya sudah dua kali tapi, panggilan itu kita tembuskan ke Dinas Sosial, takutnya panggilan tidak sampai ke yang bersangkutan, bukan artian mangkir tapi tidak nyampai. Panggilan berikutnya kami lebih memastikan bahwa panggilan ini bagaimana caranya nyampai ke yang bersangkutan, supaya yang bersangkutan memenuhi panggilan kami,” kata Andi Setiawan di Kota Bengkulu, pada 6 Januari 2022.

Andi Setiawan mengungkapkan, dalam kasus dugaan korupsi BPNT Kabupaten Mukomuko tahun 2019-2020, saksi S disebut-sebut saksi lain merupakan pihak yang mengkondisikan pendamping dan juga mengkondisikan pemasok bahan pangan dan e-warung.

“S ini mempunyai peran terkait pemasok, telur dan beras itu pada periode penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) BPNT itu dari hulan Mei sampai dengan September 2021. Itu berdasarkan keterangan saksi-saksi lain, setelah kita panggil dan saksi datang nanti kita klarifikasi terkait keterangan saksi-saksi lain,” ungkap Andi Setiawan.

Andi Setiawan menuturkan, apabila pada panggilan ketiga, yang bersangkutan tidak juga datang, pihaknya akan berkoordinasi dengan pimpinan untuk langkah selanjutnya yang harus ditempuh.

“Kalau surat panggilannya betul-betul nyampai ke yang bersangkutan dan tidak hadir, kita akan minta petunjuk pimpinan, apakah akan dilakukan pemanggilan kembali atau upaya hukum yang lain,” jelas Andi Setiawan.

Sementara, total dana penyaluran BPNT mulai dari bulan September 2019, sampai dengan September 2021 mencapai Rp 40 miliar dan ditaksir kerugian negara mencapai Rp 1,7 miliar.

Kedepan, Kejari Mukomuko akan menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan untuk menghitung secara pasti potensi kerugian negara kasus dugaan korupsi BPNT Mukomuko. (461)

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com