September 26, 2020

Penutupan Total Akses Masuk Lebong Dimulai

BDKlik.Com, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong sudah mulai melaksanakan Penutupan total akses masuk keluar di dua titik perbatasan kabupaten lebong, Sabtu (23/5/2020).

Pantauan dilapangan, hari pertama penutupan sejumlah kendaraan roda empat maupun roda dua dari luar Kabupaten Lebong terpaksa putar balik kerana dilarang masuk ke Kabupaten Lebong. Penutupan itu juga dilakukan di perbatasan Desa Tik Tebing Kecamatan Lebong Atas dan perbatasan Desa Bioa Sengok Kecamatan Rimbo Pengadang, posko didirikan disitu dan dijaga ketat petugas. Penutupan tersebut bertujuan untuk menghentikan mobilisasi orang untuk pencegahan virus Covid-19.

Bupati Lebong H Rosjonsyah,S.Ip.,M.Si dan Kapolres Lebong AKBP Ichsan Nur,S.Ik mengecek langsung di posko perbatasan untuk memastikan penutupan total akses masuk keluar Kabupaten Lebong berjalan dengan baik.

Kapolres Lebong AKBP Ichsan Nur,S.Ik menerangkan, penutupan total ini sebagai tindak lanjut dari kesepakatan bersama Pemerintah Pusat Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Pemerintah Kabupaten Lebong dalam rapat vidcon. Salah satu poin kesepakatan tersebut membuat keputusan penutupan total sebagai langkah mengurangi mobilisasi orang antar Provinsi maupun antar Kabupaten saat Lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah. Penutupan total akses masuk ke Kabupaten Lebong ini selama 5 hari dimulai, Sabtu (23/5/2020) sampai, Selasa (27/5/2020).

“Kendaraan yang boleh masuk hanya yang bersifat urgensi dan emergency tetapi kita seleksi dulu. Untuk urgensi ini lebih bersifat soal pekerjaan, seperti PNS, TNI, Polri maupun soal pekerjaan lainnya. Selanjutnya untuk emergency ini lebih kepada soal jiwa, baik itu orang sakit maupun yang meninggal,” jelas Kapolres

Kapolres menegaskan, terkait kendaraan yang masih berupaya untuk menerobos masuk melalui jalur tikus, itu merupakan bukti dari ketatnya penjagaan yang dilakukan. Bahkan sudah beberapa kali jalur tikus yang ditutup menggunakan portal, portalnya sempat dirusak.

“Memang beberapa kali jalur tikus yang ditutup namun dirusak oleh masyarakat setempat, tetapi kembali ditutup yang lebih kuat. Kita pastikan tidak ada akses mobilisasi orang dijalan tersebut dan akses tersebut ditutup dengan berlapis-lapis,” tegas Kapolres.

Sementara Itu, Bupati Lebong H Rosjonsyah mengatakan, akses masuk dan keluar Kabupaten Lebong ini harus dilakukan karena ini sesuai kesepakatan bersama Pemkab Lebong, FKPD, FKUB dan sejumlah Ormas Islam sebagai langkah antisipasi pencegahan virus Covid-19 di Kabupaten Lebong.

“Penutupan akses masuk keluar Kabupaten Lebong harus dilakukan sesuai kesepakatan bersama,” kata Rosjonsyah.

Rosjonsyah, penutupan tersebut juga untuk mengantisiasi masuknya orang luar yang bisa saja masuk membawa virus Covid-19. Penutupan itu juga untuk mempertahankan status Lebong yang masih Zona hijau Covid-19. Rosjonsyah sangat mengapresiasi langkah-langkah yang sudah dilaksanakan pihak keamanan baik itu dari Polri dan TNI, Satpol-PP dan Perhubungan. Serta tim medis di perbatasan dalam melaksanakan tugasnya.

“Jadi semua petugas yang menjaga perbatasan,keamanan ini menjadi tanggungjawab kita bersama,” tegas Rosjonsyah. (461)