September 25, 2020

Pencarian Empat Nelayan Hilang Terus Berlanjut, Tapi Masih Nihil

BDKlik.com, – Pencarian terhadap empat orang nelayan Kota Bengkulu yakni Bahrin, Dar, Mas Blu warga Lempuing dan Buyung warga Skip Kota Bengkulu yang dikabarkan hilang saat melaut masi terus berlanjut. Tim Basarnas Provinsi Bengkulu terus melakukan penyisiran baik di tepi-tepi Pantai dan Laut, Pesisir.

Pihaknya juga memantau di Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bengkulu, berkordinasi dengan Lanal, Polairud dan nelayan-nelayan setempat dan mengerahkan anggota SAR Unit siaga Bengkulu Selatan dan dibantu juga oleh Lampung. Namun pencarian tersebut belum membuahkan hasil atau masih nihil.

Diketahui, empat nelayan tersebut berangkat melaut pada 10 Mei 2020 menggunakan Kapal Cinto Bundo 07 dan hingga kini, 1 Juni 2020 belum kembali.

Kasi Oprasi Basarnas Provinsi Bengkulu Julhendra mengatakan, kapal tersebut berangkat dari Tempat Penampungan Ikan (TPI) Pulau Baii Bengkulu pada 11 Mei 2020 dan diperkirakan Kapal kembali pada 21 Mei 2020. Namun pada 20 Mei 2020 sekira pukul 03.00 WIB terjadi badai di arah barat daya menuju Pulau Mego.

Saat terjadi badai, ada satu Kapal lain yakni KM Pitra pada 21 Mei 2020 sekira pukul 06.00 WIB memutuskan untuk berlindung di Pulau Baii Bengkulu, sedangkan Kapal empat Nelayan yang dikabarkan hilang masih mencari ikan. Setelah itu, sekira pukul 17.00 WIB KM Pitra yang sempat singgah di Pulau Baii kembali berlayar bermaksud menjumpai kapal nelayan yang dikabarkan hilang tersebut tetapi disitu tidak ditemukan Kapal yang dimaksud. Saat itu juga
Kapal KM Pitra memutuskan kembali ke dermaga TPI dan Kapal empat Nelayan itu belum kembali hingga sekarang.

“Kita sudah melakukan penyisiran di daerah perairan Lampung dan mencari informasi dengan nelayan-nelayan setempat, Polairud setempat. Kita juga telah melakukan penyisiran sampai di pesisir barat perairan Lampung Krui dibantu Basarnas Tanggamus dan disana hasilnya masih nihil. Berdasarkan keterangan yang kita dapat disitu mereka belum melihat Kapal dari Bengkulu,” terang Julhendra. (461)