September 29, 2020

Pemkot Dukung Gagasan Kapolres Ciptakan Kampung Tangguh Nusantara

BDKlik.com, – Kepolisian Resor (Polres) Bengkulu bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melaksanakan Rapat Kordinasi (Rakor) pembentukan kampung tangguh nusantara di Mapolres Bengkulu, Kamis (11/6/2020).

Kampung tangguh yang digagas oleh pihak Polres Bengkulu tersebut mendapat dukungan dari Pemkot Bengkulu.

Kapolres Bengkulu AKBP Pahala Simanjuntak mengatakan, rapat kordinasi tersebut dilaksanakan dalam rangka rencana launching kampung tangguh nusantara untuk wilayah Kota Bengkulu, sementara salah satu Kelurahan Sumberjaya Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu yang ditunjuk.

“Mudah-mudahan dengan Rakor ini yang melibatkan elemen masyarakat, ada juga Pak Walikota, Camat, Baznas, Lurah, Danramil, Babinsa, Bhabinkamtibmas kita undang semua untuk membicarakan supaya kita satu persepsi sehingga bisa berkolaborasi untuk mewujudkan Kampung Tangguh Nusantara ini,” kata Kapolres.

Kapolres menuturkan, untuk nama Kampung Tangguh Nusantara sendiri nantinya akan menyesuaikan dengan kearifan lokal. Launching Kampung Tangguh Nusantara itu sendiri setelah semua pihak satu persepsi.

“Kita akan matangkan lagi konsepnya, baru nanti akan kita launching,” ucap Kapolres.

Sementara, Walikota Bengkulu Helmi Hasan mengapresiasi ide brilian dan gagasan Kapolres Bengkulu karena Kampung Tanggguh tersebut akan menjadi satu-satunya di Kota Bengkulu dan Pemkot Bengkulu dalam hal ini mendukung penuh.

“Mudah-mudahan dengan ditunjuknya Kelurahan Sumberjaya, dan masyarakatnya juga sangat antusias, bersemangat untuk mewujudkan gagasan Pak Kapolres dengan menjadikan Kelurahan Sumberjaya sebagai Kampung Tangguh Nusantara,” tetang Helmi Hasan.

Helmi Hasan dalam mendukung gagasan Kapolres Bengkulu ini akan menggerakkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkot Bengkulu agar gagasan tersebut dapat terwujud sesuai dengan yang diharapkan.

“Ini Kelurahan pertama dan jika ini berhasil akan di contoh Kelurahan-kelurahan yang lain dan mudah-mudahan Desa-desa yang lain,” jelas Helmi Hasan. (461)