September 29, 2020

Pemkot Bersama BNN Berantas Peredaran Narkoba

BDKlik.Com,– Sebagai upaya menekan angka pengguna narkoba di Kota Bengkulu Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bengkulu menggelar rapat kerja (Raker) program pemberdayaan masyarakat anti narkoba bersama beberapa Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Kota Bengkulu dengan tema “Hidup 100 persen sadar sehat produktif dan bahagia tanpa narkoba”, di Hotel Adeeva, Rabu (8/7/2020).

Raker ini dihadiri langsung Kepala BNN Kota Bengkulu Alexander S. Soeki, Asisten I Kota Bengkulu Bujang HR serta Kepala Badan Kesbangpol Riduan.

Asisten I Kota Bengkulu Bujang HR mengungkapkan, bahwa pemkot mendukung serta mengapresiasi langkah BNN untuk memberantas angka penguna narkoba di Kota Bengkulu.Pemkot Bengkulu sangat mendukung langkah – langkah BNN guna memberantas pengguna narkoba di Kota Bengkulu. Kita minta melalui rapat ini BNN dan berbagai pihak terkait dapat memerangi narkoba secara maksimal nantinya.

Bujang HR juga meminta pihak BNN untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat akan bahayanya narkoba.

“Kita minta BNN nantinya berikan sosialisasi terhadap maayarajlkat akan bahaya narkoba dengan melibatkan OPD maupun elemen – elemen lain guna mencegah peredaran narkoba di Kota Bengkulu. Nantinya sosialisasi ini tolong dikoordinasikan lagi kepada Lurah dan Camat agar tersampaikan keseluruh lapisan masyarakat,” Jelas Asisten I Kota Bengkulu Bujang HR.

Sementara itu, Dalam laporannya, Alexander S. Soeki mengatakan dengan semakin maraknya penyebaran narkoba dan peredaran gelap narkoba di Indonesia menjadi perhatian serius, sehingga harus ditanggani secara komprehensif.

“Kita melihat pengguna narkoba sudah mencapai pada level darurat sehingga ini menjadi perhatian serius dalam penanganannya dan lebih agresif lagi untuk penanganan penyalahgunaan narkoba,” ujar Alexander.

Alexander pun berharap melalui rapat ini, seluruh elemen dapat bekerjasama mencegah penyebaran narkoba.

“Untuk ke depannya kami berharap peran aktif dan kerjasama dari pemkot Bengkulu, Polres Bengkulu, pihak swasta, lembaga BUMN, BUMD serta seluruh lapisan masyarakat Kota Bengkulu dalam mendukung program pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan narkoba dan peredaran gelap narkoba di Kota Bengkulu,” tutup Alexander.

Di Provinsi Bengkulu prevalensi penyalahgunaan narkoba sebesar 1,3 % dari jumlah penduduk atau 19.698 orang. Sedangkan di Kota Bengkulu penyalahgunaan narkoba sebanyak 5.670 orang. (IAL/MK)