September 26, 2021

Pelapor Penyerobotan Tanah di Lebong Berikut Camat dan Sekcam Dilaporkan Kasus Mafia Tanah

BDKlik.com, – Samiun, pelapor kasus dugaan penyerobotan tanah seluas 30 hektar di Kecamatan Rimbo Pengadang Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang dikerjakan PT. Ketaun Hidro Energi (KHE), dilaporkan oleh Anwar Rasyid warga Jalan Baru Kecamatan Curup Kabupaten Rejang Lebong atas kasus dugaan mafia tanah atau pemalsuan dokumen tanah yang berlokasi di Desa Talang Ratu Kecamatan Rimbo Pengadang Kabupaten Lebong.

Eljus, Istri Pelapor kepada wartawan mengatakan, terlapor dugaan pemalsuan dokumen tanah miliknya tersebut diantaranya, Lely Fauzi, Damruri alias Samiun Sekretaris Camat Kecamatan Rimbo Pengadang, Lasmudin Camat Kecamatan Rimbo Pengadang dan Saidul.

“Pertama kita laporkan ke Polres Lebong, belum ada perkembagan dan kemudian tu ada dengan (lapor) ke Polda Bengkulu lagi,” kata Eljus, Jumat (25/6/2021).

Eljus menjelaskan, dalam laporannya yang disampaikan pada 3 Juni 2021 lalu, terlapor Lely Fauzi sebagai pemberi kuasa dengan Samiun, dan Samiun pemberi kuasa Saidul. Sedangkan Lily Fauzi yang mengaku pemilik tanah.

“Dalam Surat Kepemilikan Tanah (SKT) yang mereka memalsukan punya kita itu yang diterima Saidul itu 1 hektar, kalau tanah kita seluruhnya lebar, yang sudah dijual sama mereka ini 1 hektar,” ungkap Eljus.

Eljus menerangkan, tanah 1 hektar yang diduga diserobot oleh para terlapor tersebut dijual kepada Direktur Utama PT. Ketaun Hidro Energi (KHE) yakni Zulfan Zahar.

“Bukti rekening pengiriman duit itu sudah masuk ke rekening Saidul sudah saya pegang. Jumlahnya Empat Ratus Sebelas Juta lebih sedikit,” jelas Eljus.

Eljus berharap, laporannya mengenai dugaan Mafia Tanah tersebut segera ditindaklanjuti. Eljus menduga dibalik pemalsuan dokumen tersebut ada aktor utamanya dan terlapor hanya sebagai wayang.

“Zulfan itu saya lapor juga karena, dia yang membeli tanah itu,” tutup Eljus. (Jeger)