September 26, 2020

New Normal, Gubernur Tegaskan Semua Harus Disiplin

BDKlik.com, – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menegaskan penerapan new normal disituasi pandemi Covid-19 harus pelaksaaannya harus disertai kedisiplinan yang tinggi oleh semua pihak agar tatatan kehidupan baru ini dapat berjalan dengan baik sesuai yang diinginkan.

Gubernur mengatakan, Covid-19 merupakan virus yang biasa saja sehingga jangan terlalu panik. Tetapi, kata Gubernur, sebagian besar orang belum terbiasa dengan keadaan ini yakni membiasakan pola hidup sehat serta menerapkan kesisiplinan di kehidupan sehar-hari. Sebagaimana dimaksud dalam islam tidak panik dalam menghadapi segala persoalan. Covid-19 adalah sebuah tantangan bersama dan ia yakin masa-masa sulit ini dapat dilalui dengan baik. 

“Mendengar kata new normal kadang diplesetkan orang, padahal sesungguhnya yang dikatakan pemerintah itu adalah sebuah konsep kewajaran baru menjadi sesuatu yang bisa diterima secara umum. Misalnya, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dulu itu yang diimbau untuk cuci tangan hanya anak TK dan anak SD, padahal kan cuci tangan dilakukan semua orang,” ungkap Gubernur saat Syawalan Nasional Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Majelis Penyelamat Organisasi (MPO) dengan Tema ‘New Normal Indonesia’ melalui virtual meeting, bertempat di Gedung Daerah Balai Raya Semarak Bengkulu, Sabtu (6/6/2020).

Sementara itu, Pengurus Besar HMI Afandi Ismail menjelaskan, wabah Covid-19 sebagai ujian dari Allah, maka yakinlah bahwa ujian tersebut akan berakhir dengan adanya ikhtiar maksimal.

“Kami sebagai Pengurus Besar HMI memberikan dukungan atas ihktiar maksimal yang telah dilakukan pemerintah dan partisipasi dari seluruh keluarga besar HMI untuk memutus mata rantai Covid-19 di wilayah masing-masing. Semoga wabah Covid-19 ini segera berakhir,” ucap Afandi.

Hal senada diungkapkan Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan. Menurutnya, di masa pandemi saat ini ada dua tantangan besar yang dihadapi DKI Jakarta, yakni tantangan ekonomi dan tantangan kesehatan. 

“Covid-19 menyebabkan terjadinya krisis ekonomi dan krisis kesehatan. Tapi kita harus sadari juga dalam waktu tiga bulan terakhir kita mengalami lompatan pemanfaatan teknologi sebagai media komunikasi. Kegiatan agama, sosial, budaya maupun ekonomi bisa dilakukan dengan teknologi. Contoh saja halal bihalal yang kita gelar hari ini,” ujar Anis.

Anis menambahkan, hal positif dari berkurangnya aktivitas di luar rumah membuat langit Jakarta menjadi biru disertai udara yang bersih.

“Kota-kota yang mengalami pembatasan sosial menjadi bersih dan tenang. Lingkungan menjadi sehat, dulu kan tidak merasakan yang seperti ini,” demikian Anis. (461)