January 28, 2022

Murid SD IT: Terimakasih Walikota, AN Pamit Balik ke Pesantren

BDKLIK.com, – Terharu mendapat bantuan dari Walikota Bengkulu, Helmi Hasan, murid SD IT Al Hasanah, AN yang disomasi pihak sekolah karena menunggak SPP, punya impian bertemu orang yang sudah menolongnya, sebelum kembali ke pesantren.

Seperti diketahui, AN merupakan salah satu murid SD IT Al Hasanah, yang terpaksa mengalami putus sekolah, lantaran orangtuanya tak mampu membayar biaya sekolah.

AN tak bisa menempuh Pendidikan di kelas VI SD swasta tersebut, bahkan hingga sekarang nasib pendidikannya tak jelas. Karena tak sekolah, AN kemudian diantar ke Pesantren Darussalam Tegal Rejo Kabupaten Bengkulu Utara untuk mendapat ilmu agama, sejak setahun lalu.

“Terimakasih pak Benni (pengacara orangtua AN), sudah bantu AN. AN mau balik lagi ke pesantren. Tapi sebelum balik ke pesantren, AN mau ketemu Pak Walikota (Helmi Hasan). AN mau berterimakasih kepada Pak Walikota karena sudah bantu AN,” ucap AN berharap pengacara orangtuanya bisa menemukan dirinya dengan Walikota Bengkulu.

Sejak disomasi pihak sekolah, orangtua AN sudah berupaya menyelesaikan masalah pembayaran di SD swasta tersebut. Namun, meski sudah membawa surat keterangan tidak mampu dengan didampingi Camat Kampung Melayu, pihak sekolah bersikukuh meminta orangtua AN melunasi tunggakan.

Karena tak mampu bayar, orangtua AN yang ketakutan berurusan dengan somasi, akhirnya mengadu ke Walikota Helmi Hasan dan Wakil Walikota Dedy Wahyudi. Walikota lantas mengutus pengacara Benni Hidayat, SH dan Hasrul, SH untuk mengadvokasi keluarga AN.

Belakangan diketahui, ternyata data Dapodik AN di SD IT Al Hasanah sudah dihapus tanpa sepengetahuan walimurid, namun tak diberi surat pindah sekolah.

Tak hanya itu, karena menunggak SPP, AN juga diberhentikan sementara pendidikannya, hingga tak bisa mengikuti belajar mengajar di kelas VI.

Seharusnya, AN saat ini sudah menempuh Pendidikan kelas VII SMP.

“Dulu, orangtua walimurid ini ekonominya mampu menyekolahkan anaknya di sekolah swasta. Namun dalam perjalanan, ekonomi keluarga ini jatuh. Sebenarnya orangtua AN sudah minta pindah sekolah, namun tidak diizinkan oleh pihak sekolah swasta tersebut. Karena terus bersekolah di situ, hingga tunggakan terus membengkak, sampai keluar surat somasi. Ini yang sedang kami perjuangkan, karena diduga ada kesalahan yang dilakukan pihak sekolah, terutama soal hak pendidikan,” kata Hasrul, pengacara orangtua AN.

Masalah AN ini sendiri sudah ditanggapi cepat Diknas Kota Bengkulu, yang mengeluarkan Surat Peringatan (SP) 1 untuk SD IT Al Hasanah.

Begitu juga Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Bengkulu, ikut mengadvokasi AN dengan memberi pendampingan.

“AN beberapa minggu belakangan pulang ke Kota Bengkulu, karena sakit. Alhamdulillah kondisinya sudah membaik dan mau balik ke pesantren di Kabupaten Bengkulu Utara. Mohon doanya agar masalah AN ini segera selesai dan penerus bangsa ini sukses menapaki masa depannya,” tukas Hasrul. (461).

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com