September 25, 2020

Memperingati Hari Anak Nasional 2020, mengusung Tema “Anak Terlindungi Indonesia Maju”

BDKlik.Com, – Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) yang akan dilaksanakan secara virtual pada tanggal 23 Juli 2020. Tepatnya menggunakan aplikasi zoom dengan jumlah peserta 750 orang. Sedangkan Provinsi Bengkulu sendiri diadakan hari ini Selasa, 21 Juli 2020 Peserta yang mengikuti Hari Anak Nasional ini terdiri dari perwakilan Forum Anak yang ada Provinsi Bengkulu. Dengan mengusung Tema ” Anak Terlindungi, Indonesia Maju”. 

Acara yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Provinsi Bengkulu ini dibuka oleh Gubernur Bengkulu yang dalam hal ini di wakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Hamka Sabri. Yang mana Peringatan Hari Anak Nasional ini, bertempat di Hotel Madelin Kota Bengkulu. Selasa, 21 Juli 2020.

Perlindungan anak merupakan amanat institusi negara dan harus didukung semaksimal mungkin. Dilihat dari Tema yang dipiilih, ini sangat menyesuaikan dengan kondisi yang dihadapi anak-anak di tengah pandemi Covid-19 ini. Dari 79,5 juta anak Indonesia, sebagiannya memerlukan perlindungan khusus, ungkap Sekda Hamka.

Kepala DP3APPKB Provinsi Bengkulu Foritha Ramadhani mengatakan mudah-mudahan nanti kita menerima aspirasi suara dari provinsi Bengkulu untuk disampaikan kepada Bapak Gubernur Bengkulu. 

Penyelenggaraan peringatan Hari Anak Nasional di Provinsi Bengkulu, ini juga di susun oleh anak-anak di Provinsi Bengkulu dan kabupaten Kota. Peringatan Hari Anak ini akan dilaksanakan pada tanggal 23 juli 2020 akan didakan serentak secara virtual,” ungkap Kepala DP3APPKB Provinsi Bengkulu.

Kemudian di Provinsi Bengkulu sendiri telah kita laksanakan pada hari ini tanggal 21Juli 2020 diantara agendanya pemberian bantuan secara simbolis oleh Bapak Gubernur yang dalam hal ini diwakili oleh Bapak Hamka Sabri selaku Sekda Provinsi Bengkulu. Penyerahan paket sembako ini, akan diberikan lansung secara simbolis terhadap balita yang orang tuanya terdampak Covid-19 dan ibu hamil, ini direkomendasikan oleh Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Bengkulu.sambungnya.

Dalam acara Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Hari Selasa, 21 Juli 2020 bertempat di Hotel Madelin tadi siang. Perwakilan dari Forum Anak se-provinsi Bengkulu menyampaikan 12 suara hati untuk Gubernur Bengkulu :

l. Memohon kepada pemerintah untuk memberikan kesempatan anak Bengkuiu untuk berpartisipasi dalam musrenbang dan berharap kepada pemerintah menetapkan regulasi terkait musrenbang anak tingkat daerah agar anak dapat merealisasikan hasil suara anak. 

  1. Mendukung pemerintah untuk menciptakan regulasi terhadap protokol kesehatan dan menetapkan kejelasan kebijakan KBM yang sesuai dengan sistem pendidikan ramah anak di masa pandemi covid-19. 
  2. Bekerjasama dengan pemerintah untuk mengoptimaikan pembuatan akte kelahiran serta memohon kepada pemerintah untuk menetapkan regulasi dan SOP pembuatan akte kelahiran yang sesuai dengan keadaan pada saat ini. 
  3. Memohon kepada pemerintah untuk meningkatkan fasilitas yang layak di instansi pendidikan sekolah luar biasa agar ABK dapat mengembangkan potensinya secara maksimal. 
  4. Mengharapkan pemerintah untuk menyediakan badan/lembaga seperti PUSPAGA yang berjalan lancar di setiap kota/kabupaten sebagai wadah edukasi orangtua terhadap isu ketahanan keluarga. 
  5. Mengajak masyarakat Bengkulu untuk menciptakan lingkungan yang ramah anak dalam menghadapi era new normal baik segi mental dan fisik.
  6. Mengharapkan pemerintah untuk memfasilitasi satuan pendidikan yang ramah anak di era new normal. 
  7. Lindungi kami dari rokok dan obat-obatan terlarang dan berharap pemerintah memperketat peraturan yang ada tentang zat adiktif berbahaya agar anak terhindar dari dampak buruk hal tersebut. 
  8. Bekerjasama dengan pemerintah dalam menekan angka kekurangan gizi untuk mencegah stunting dengan mensosialisasikan pemahaman kesehatan kepada masyarakat dan memohon untuk meningkatkan fasilitas serta akses kesehatan.
  9. Memohon kepada pemerintah untuk mengoptimalkan pusat kreatifitas anak dan menyelenggarakan kegiatan kebudayaan agar anak dapat mengembangkan bakatnya dengan baik dan nilai budaya tetap dilestarikan. 
  10. Memohon dan bekerjasama dengan pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang anti bullying dan meningkatkan pengawasan serta audiensi kepada anak yang terdampak kasus bullying di lingkungan sekolah agar mendapatkan pendampingan secara psikologis. 
  11. Forum Anak, masyakat, dan pemerintah bekerjasama untuk menunjang masa depan Anak Berhadapan Hukum (ABH) dan menolak segala bentuk eksploitasi terhadap anak. (DEV)