January 16, 2022

Mantan Ketua KONI Mufran Imron Dituntut Hukuman Berat

BDKLIK.com, – Pengadilan Negeri Bengkulu melaksanakan sidang kasus dugaan korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu Rp 15 miliar yang rugikan negara Rp 11 miliar. (Rabu, 29/12/2021)

Sidang dengan agenda penuntutan yang diketuai hakim Fitrizal Yanto, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejat) Bengkulu menuntut terdakwa Mantan Ketua KONI Provinsi Bengkulu Mufran Imron dengan pidana selama 12 tahun penjara dengan denda Rp 500 juta subsider 1 tahun penjara ditambah membayar uang pengganti Rp 11 Miliar atau jika tidak dibayar diganti dengan hukuman pidana selama 6 tahun penjara.

Sementara terdakwa Hirwan Fuadi Mantan Bendahara KONI Provinsi dengan hukuman pidana selama 5 tahun 6 bulan penjara dengan denda 500 juta rupiah subsidair 6 bulan penjara.

JPU Kejati Bengkulu, Dewi Kemala Sari mengatakan, hal yang memberatkan terdakwa Hirwan Fuadi mantan bendahara KONI Provinsi JPU dituntut 5 tahun 6 bulan penjara dengan denda Rp 500 juta karena yang bersangkutan tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Sementara, hal memberatkan terdakwa Mufran Imron Mantan Ketua KONI Provinsi Bengkulu di tuntut 12 tahun penjara denda Rp 500 juta subsidair 1 tahun penjara ditambah membayar uang pengganti Rp 11 miliar atau diganti hukuman pidana 6 tahun penjara karena yang bersangkutan berbelit belit dalam persidangan, tidak mengakui perbuatannya dan sama sekali tidak membayar kerugian keuangan negara.

“Dari fakta persidangan, kedua terdakwa dugaan korupsi dana hibah KONI Provinsi Bengkulu tahun 2020 yakni Hirwan Fuadi Dan Mufran Imron terbukti sah melanggar pasal 2 Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tipikor juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana,” jelas Dewi Kemala Sari.

Dewi Kemala Sari mengungkapkan, khusus terdakwa Mufran Imron tuntutannya lebih tinggi dari terdakwa Hirwan Fuadi karena terdakwa berbelit-belit dalam memberikan keterangan dipersidangan, tidak mengakui perbuatannya dan sama sekali tidak ada itikad baik mengembalikan kerugian keuangan negara Rp 11 Miliar.

Usai mendengarkan pembacaan tuntutan JPU Kejati Bengkulu, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Bengkulu memutuskan sidang akan dilanjutkan kembali pada 12 Januari 2022 mendatang dengan agenda mendengarkan nota pembelaan dari kedua terdakwa. (461)

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com