September 29, 2020

Lima Klaster Penularan Covid-19 Termasuk Aparat dan Tenaga Medis

BDKlik.com, – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni menyebutkan, ada lima klaster penularan Covid-19 di Bengkulu diantaranya klaster aparat penegak hukum, klaster jamaah tabligh, klaster karyawan perbankan, klaster tenaga kesehatan, klaster aparat dan klaster riwayat perjalanan keluar daerah.

“Sejak awal klaster terjadi di jamaah tablig, klaster ini juga berkaitan dengan beberapa kasus konfirmasi yang terjadi di beberapa Kabupaten baik di Kaur dan Kepahiang. Ini sudah dilakukan traching kasus oleh tim dari mulai penelusuran kontak pada kasus ini terutama kontak erat, baik dirumah, kemudian difasilitas kesehatan atau riwayat perjalanan selama 14 hari sebelum timbul gejala tersebut,” kata Herwan Antoni saat konferensi pers, Minggu (10/5/2020).

Kemudian, klaster untuk di perbankkan juga sudah dilakukan penelusuran oleh tim. Klaster tenaga kesehatan sendiri yang banyak kasus konfirmasi tenaga kesehatan di Provinsi Bengkulu. Yang paling banyak kasus konfirmasi yaitu di Rumah Sakit Rujukan Covid-19 dan akan dilakukan kontak treaching secara detail dan membutuhkan tim kerja yang cukup banyak. Sementara itu, namun Herwan tak menyebut ada berapa orang yang sudah tertular dari klaster aparat misalnya instansi dari aparat penegak hukum tersebut, pihaknya hanya menjelaskan jakan terus melakukan penelusuran terhadap siapa saja orang yang kontak dengan klaster aparat tersebut. Sedangkan klaster riwayat perjalanan luar daerah merupakan klaster paling sedikit menyumbang angka positif.

“Semuanya sudah kita minta terutama kepada klaster tenaga kesehatan, klaster aparat dan pelaku peralanan yang terus kita lakukan (penelusuran), dan kita siapkan untuk rapid tes. Terutama pada kelompok resiko

Berdasarkan informasi terhimpun, kasus konfirmasi Positif Corona untuk klaster aparat penegak hukum tersebut yaitu memapar beberapa pejabat Polda Bengkulu berdasarkan hasil swab. Diketahui kasus konfirmasi positif Covid-19 di Bengkulu mencapai 37 orang. (461)