September 26, 2021

Kusmito Gunawan: Penerimaan Peserta Didik Baru Jangan Sampai Jadi Cluster Baru

BDKlik.com, – Kasus Covid-19 di Bengkulu masih menunjukkan kelonjakan, berdasarkan data Satgas Covid Provinsi Bengkulu, per 6 Juli 2021, kasus Covid tembus 10.877 kasus dengan penambahan kasus baru sebanyak 100 orang, 38 diantaranya warga Kota Bengkulu.

Melihat hal ini, Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Bengkulu, Kusmito Gunawan, SH.,MH, menilai kelonjakan kasus tersebut harus segera direspon dengan cepat baik Pemerintah Provinsi maupun Kota Bengkulu. Mengingat bulan ini akan dilaksanakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tahun ajaran 2021/2022 dan akan dimulainya pembelajaran ditingkat PAUD, TK, SD, SMP dan SMA negeri maupun swasta.

“Ini memungkinkan banyaknya siswa dan orangtua siswa mendatangi sekolah untuk mendaftar ulang yang menyebabkan keramaian dan lalai akan protokol Kesehatan,” kata Kusmito.

Oleh sebab itu, Kusmito Gunawan menegaskan, Dinas Pendidikan dan pihak sekolah harus segera mengambil langkah dan kebijakan yang strategis guna mengurangi angka penambahan kasus baru terlebih jangan sampai ada cluster baru dilingkungan sekolah.

Kusmito Gunawan turut memberikan solusi Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Dinas Kesehatan agar membuat surat edaran yang berisi tentang jadwal penerimaan siswa dan membatasi hanya 50 persen dari kuota ruangan sekolah perharinya dan memfasilitasi tempat cuci tangan, menyiapkan sanitizer, mengecek suhu, menyiapkan masker dan mengatur jarak. Selain itu, Ia meminta kepada Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Satpol PP Kota Bengkulu untuk penyemprotan disinfektan di sekolah-sekolah.

“Upaya ini dilakukan semata untuk menjaga Kesehatan bersama,” ungkap Kandidat Doktoral Hukum Universitas Trisakti Jakarta Kusmito Gunawan.

Kusmito Gunawan, SH, MH juga menuturkan, pihaknya segera menyampaikan solusi cepat kepada Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu untuk bersama-sama dengan DPRD Kota Bengkulu mengambil kebijakan terkait lonjakan Covid19 ini.

“Jika new cases Covid19 masih banyak ya kita akan mengambil kebijakan untuk sekolah daring tanggal 12 Juli 2021 ini, dan akan di evaluasi lagi sampai tidak ditemukannya banyak kasus baru,” demikian Kusmito Gunawan. (Jeger)

Kusmito Gunawan.