September 19, 2020

Kronologis Dugaan Pembunuhan Mahasiswa Benteng

BDKlik.Com, – Provinsi Bengkulu baru saja dihebohkan dengan kasus dugaan pembuuhan mahasiswa asal Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) oleh dua pemuda yakni MU dan AL warga Benteng yang sudah berhasil ditangkap Anggota Satuan Resersr Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Bengkulu Tengah dalam waktu kurang dari 4 jam setelah menerima laporan.

Kasat Reskrim Polres Bengkulu Tengah Iptu Rahmat MH saat diwawancarai di Mapolres Bengkulu Tengah, Kamis (21/5/2020) menjelaskan, kronologis kejadian dugaan yang dilakukan dua terduga pelaku itu di Pondok Kebun dekat bendungan PLTA Musi Desa Susup Kecamatan Merigi Sakti Kabupaten Benteng pada Rabu (20/5/2020) sekira pukul 20.00 WIB.

Sebelum kejadian, sekira pukul 13.00 WIB korban bersama temannya pulang berboncengan dari Sawah Lebar Kota Bengkulu menuju rumah temannya di Bengkulu Tengah. Korban dan temannya itu sampai dirumah temannya sekira pukul 15.00 WIB.

Kemudian sekira pukul 18.30 WIB, kedua terduga pelaku datang, mereka dirumah teman korban tersebut sempat mengobrol. Setelah itu kedua terduga pelaku dan korban pergi dari rumah teman korban ke bendungan dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion milik korban.

Namun diduga setelah tiba dilokasi korban dibunuh oleh para terduga pelaku tersebut. Sekira pukul 20.30 WIB teman korban mendapat kabar dari warga ,bahwa ada dugaan pembunuhan di dekat bendungan. Mendengar kabar itu teman korban langsung bergegas menuju lokasi kejadian. Dilokasi tefman korban tersebut melihat bercak darah di Gubuk sekitaran Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan juga motor korban yang ditemukan berada di TKP.

Diduga, setelah dihabisi, kedua terduga pelaku membuang jasad korban ke aliran sungai bendungan tersebut, dan jasad korban masih dalam pencarian.

“Dari kejadian ini dua orang terduga pelaku yang berhasil kita amankan bersama barang bukti, dirigen yang digunakan untuk menyiram bekas darah di TKP. Kemudian dompet korban, baju yang terdapat bercak darah serta sepeda motor korban,” kata Rahmat. (461)