September 22, 2020

Keluh Kesah Pedagang Lemang Dimusim Corona

BDKlik.Com, – Keganasan virus Covid-19 membuat Pemerintah terpaksa membatasi mobilitas masyarakat. Hal tersebut membuat masyarakat mengalami kesulitan perekonomian yang mengalami penurunan yang cukup signifikan. Seperti yang dialami pedagang Lemang Tapai di Bengkulu yang secara tidak langsung terdampak Covid-19. Sepinya pembeli makanan khas ini membuat keuntungan dari penjalan Lemang Tapai tak semanis dan selegit rasanya.

“Jual Lemang sebatang untung seribu, kalau laku 4 batang sehari, dua hari aku dapat beras setengah cupak,” cerita Mimu, penjual Lemang di kawasan Sungai Rupat Kota Bengkulu, Minggu (12/4/ 2020)

Nenek 78 tahun ini memilih berjualan Lemang untuk menghidupi dirinya yang sebatang kara. Anak-anaknya telah berkeluarga, dan dirinya enggan membebani anaknya. Ia berjualan dari mulai pagi hingga menjelang mahgrib.

“Bukannya aku ini membantah sama pemerintah, kita mendok (berdiam. red) di rumah, beras dak ada, belum kena Corona mati lapar aku,” ucap Mimu.

Mimu mengaku sudah sekitar tiga minggu sepinya pembeli dia rasakan. Konsumen yang biasa diandalkannya adalah anak-anak sekolah juga dikala ada acara adat, ataupun pertemuan warga yang kadang memesan Lemang hingga 30 batang. Selain Mimu kondisi Rida juga tak jauh berbeda, Nenek berusia 50 tahun ini memproduksi Lemang sendiri dan menjual
sebatang 5 ribu. Kondisi sepi, keuntungan hanya 10 hingga 15 ribu sehari. Karena sepinya order, modalnya pun kian menipis. 

“Andai ada pilihan kerjaan lain, apapun dikerjakan. Tapi umur sudah tua,” tutur Rida.

Rida yang jarak berjualannya cukup dengan Mimu. Langganan yang membeli Lemangnya biasanya para pendatang dari luar Kota. Setelah masuk musim Corona nenek lima cucu itu mengaku tidak ada lagi pendatang dari luar Kota yang membeli dagangannya.

“Kini dak ado orang Jakarta datang nampaknyo,” keluh Rida.

Tak disangka, Minggu petang itu Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mendatangi kedua penjual Lemang, beliau menyapa mereka dan menyerahkan bantuan bahan pangan berupa beras yang sangat dibutuhkan kedua nenek tersebut.

“Terimo kasih nian dibantu, ini sangat bermanfaat,” ucap salah satu pedangan di kawasan Jalan Sungai Rupat itu sambil menanyakan adakah bantuan untuk tetangga dan kawan-kawannya.

Dijelaskan Gubernur Rohidin, saat ini pemerintah sudah merencanakan program penanganan COVID-19. Penanganan tersebut untuk yang terdampak langsung maupun tak langsung.

“Kini program kemanusiaan disalurkan, diikuti juga program stimulus ekonomi. Semua masyarakat ini terdampak, penghasilannya terganggu. Tapi kita tidak boleh menyerah, kita sama-sama berjuang lawan CORONA. Dan saya pastikan, negara hadir di tengah kesulitan ini. Yang belum dapat, sabar segera akan diberikan (bantuan. red),” papar Rohidin. 

Pemerintah daerah, lanjut Rohidin, akan menyalurkan bantuan sosial berupa bahan pangan kepada masyarakat. Pemprov Bengkulu menyiapkan 200 ton beras yang akan disalurkan untuk wilayah Kota Bengkuku dan 9 Kabupaten. Tidak menutup kemungkinan akan ditambah jika masih diperlukan. 

“Pemkot melalui pak Walikota juga akan menyalurkan kepada seluruh warga Kota Bengkulu. Jadi jangan nian beribut kalau belum dapat, laporkan saja melalui pak RT, pasti dapat,” terang Gubernur Rohidin. 

Pemprov Bengkulu menyalurkan beras untuk masyarakat melalui komunitas-komunitas tertentu yang dinilai memiliki kerentanan karena dampak Covid-19. Menurutnya seluruh pemerintah daerah baik pemkab maupun pemkot, telah menganggarkan realokasi APBD untuk percepatan penanganan COVID-19.

“Menghadapi Corona ini, kito tidak perlu takut. Tapi jangan pulo diremehkan. Ikuti anjuran pemerintah, jaga kebersihan. Sebentar lagi kito puaso, selamat menyambut Bulan Suci Ramadhan, semoga kita selalu diberikan kesehatan,” pamit Rohidin. (461/Rls)