Kejati Beberkan Temuan Dalam Kasus Replanting Rp 150 Miliar

BDKLIK.com, – Tim penyidik bidang tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu masih terus mendalami kasus dugaan korupsi pada kegiatan replanting sawit tahun 2019- 2020 di Kabupaten Bengkulu Utara dengan nilai anggaran Rp 150 miliar rupiah lebih.

Teranyar, Kasi Penkum Kejati Bengkulu, Ristianti Andriani, SH.MH mengatakan, kasus tersebut dalam tahap penyidikan. Pemeriksaan saksi, pengumpulan bukti-bukti masih terus dilakukan penyidik berkaitan dengan perkara tersebut.

“Tim juga sudah turun ke lapangan mengenai penanganan perkara tersebut,” kata Ristianti Andriani, saat dikonfirmasi, Sabtu (13/11/2021).

Sementara itu, Kasi Penyidikan Kejati Bengkulu, Danang Prasetyo, SH menjelaskan, bahwa pihaknya telah menemukan adanya dugaan perbuatan melawan hukum pada kegiatan replanting di Kabupaten Bengkulu Utara tersebut.

“Berkenaan penegakan hukum kegiatan replanting, kami sudah turun ke Lapangan, memeriksa sejumlah saksi bertempat di salah satu Kantor Kecamatan di Bengkulu Utara, saksi ini berkaitan langsung dengan replanting, baik penerima replanting maupun yang lainnya. Yang jelas penyidik sudah menemukan ada perbuatan melawan hukum dan indikasi kerugian negara dalam kegiatan repanting ini,” jelas Danang Prasetyo.

Diberitakan sebelumnya, pada tingkat penyelidikan tim penyidik Pidsus Kejaksaan Tinggi Bengkulu memanggil sejumlah pihak untuk dimintai klarifikasi mulai dari seluruh Ketua Kelompok Tani di Kabupaten Bengkulu Utara hingga Kepala Bidang Perkebunan Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu.

Setelah pihak-pihak tersebut dimintai klarifikasi, penyidik berkesimpulan menaikan status perkaranya ke tingkat penyidikan pada 13 juli 2021.

Pada tingkat penyidikan, tim Pidsus Kejaksaan Tinggi Bengkulu menggeledah Kantor Dinas Perkebunan Bengkulu Utara dan menyita belasan bok dokumen yang berkaitan dengan kegiatan replanting sawit.

Sembari meneliti dokumen-dokumen hasil sitaan, tim penyidik terus melakukan pemanggilan saksi-saksi mulai dari Mantan Kepala Dinas Perkebunan Bengkulu Utara, pihak penyedia bibit sawit dan saksi lainnya yang berkaitan dengan kegiatan replanting sawit.

Dari pemanggilan saksi-saksi dan bukti-bukti yang dikantongi penyidik terungkap, kelompok tani yang mendapat program replanting sebanyak 25 kelompok tani. Masing-masing kelompok tani mendapat kucuran dana Rp 25 juta per hektar dan ada kelompok tani yang mendapat dana hingga Rp 10 miliar.

Selain itu, juga terungkap bahwa, anggaran Rp 150 miliar yang seharusnya digunakan untuk kegiatan mengganti sawit yang sudah tidak produktif diduga justru bibit yang dibeli ditanam di lahan bekas kebun karet dan tanah kosong sehingga diduga tidak sesuai dengan peruntukannya. (461)

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com