September 25, 2020

Cacam, Ditengah Covid-19 Pemkot Raih Penghargaan Nasional

BDKlik.Com, – Ditengah wabah Covid-19 yang merebak di Bengkulu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu mendapat penghargaan nasional dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) Letjen TNI (Purn) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp atas penurunan kasus malaria di Kota Bengkulu sejak 2017 lalu. Sertifikat itu diperoleh bersamaan dengan peringatan hari malaria sedunia yang jatuh tanggal 25 April.

Sertifikat ini diserahkan secara simbolis melalui video conference secara live dari Balai Kota kepada Walikota Bengkulu Helmi Hasan, yang disaksikan oleh Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Susilawaty dan Direktur RSHD dr.Lista Cerlyviera.

Penurunan kasus malaria di Kota Bengkulu sejak 2017 itu dengan rincian tahun 2012 sebanyak 1.545 kasus dan 2013 sebanyak 934 kasus, serta 2014 sebanyak 310 kasus. Kemudian tahun 2015 sebanyak 144 kasus, 2016 sebanyak 145 kasus. Selanjutnya terjadi penurunan yang tajam atau signifikan di tahun 2017 yakni cuma 25 kasus. Tahun 2018 menurun lagi jadi 12 kasus dan di tahun 2019 cuma 3 kasus.

Adapun alasan Kota Bengkulu mendapat sertifikat eliminasi malaria yakni Annual Parasite Insiden kurang 1 per 1.000 penduduk, Slide Positivy Rate kurang dari 5 persen dan tidak ada kasus Indigenous 3 tahun berturut-turut mulai dari tahun 2016, untuk Kota Bengkulu kasus yang ada merupakan kasus impor dan relaps (kambuh).

“Alhamdulillah. Memang beberapa tahun terakhir grafik mengenai angka yang terjangkit malaria di Kota Bengkulu menurun tajam sejak 2017. Sehingga karena inilah kita mendapat sertifikat eliminasi malaria dari kementerian kesehatan,” ujar Walikota Bengkulu Helmi Hasan.

Walaupum dalam suasana Covid-19, kata Helmi tapi program-program pemerintah tentang kesehatan tetap berjalan.

“Maka kami ucapkan terima kasih kelada seluruh jajaran kesehatan pemkot dari Dinkes, RSHD dan seluruh puskesmas, para medis, semuanya itu berkat kerjasama yang baik kita semua dalam memerangi malaria,” kata Helmi. (461)

Leave a Reply