Kasus Benur yang Diduga Libatkan Petinggi Bengkulu Perlu Dipertanyakan Kelanjutannya

BDKLIK.com, – Kasus dugaan korupsi ekspor benur atau benih lobster yang menjerat mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo dan kawan-kawan yang menyeret nama Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, Mantan Bupati Kaur Gusril Pausi dan Kepala Bapeda Provinsi Bengkulu Isnan Fajri sebagai saksi dalam penyidikan perkara ini yang sampai saat ini belum ada kejelasan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LIRA menganggap hal tersebut perlu dipertanyakan kelanjutannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai lembaga yang menangani perkara.

Ketua DPW Media Online Indonesia (MOI) Provinsi Bengkulu, K. Hadi, Kamis (13/1/2022) mengatakan,
MOI dan LIRA merupakan mitra secara nasional. Sehingga kemitraan ini turun sampai ke daerah. Seperti itu pula LIRA Pusat dengan KPK sudah menjadi mitra dalam mengawal kasus korupsi di Indonesia.

“Saya sempat berkoordinasi dan menanyakan tanggapan LIRA Bengkulu terkait kasus ini dan itulah jawabannya,” ucap Hadi.

Hadi mengungkapkan, LIRA Provinsi Bengkulu akan berkoordinasi dengan LIRA nasional untuk mengawal kasus ini, baik dengan berkirim surat resmi kepada KPK ataupun mempertanyakan langsung kelanjutan kasus ini.

“LIRA pusat menanggapi positif hal ini. Presiden LIRA Jusuf Rizal akan melakukan diskusi khusus untuk mendalami kasus ini,” jelas Hadi.

Hadi menegaskan bahwa, LIRA perlu mempertanyakan kelanjutan kasusnya, karena KPK melalui Juru Bicaranya pernah mengungkapkan, bahwa diperiksanya petinggi dan pejabat Bengkulu
oleh KPK karena dugaan adanya aliran dana dari tersangka Suharjito ke beberapa orang di Bengkulu yang notabenenya adalah pejabat penyelenggara negara.

“Selanjutnya Juru bicara KPK juga pernah menyatakan terhambatnya pengembangan kasus ini ke Bengkulu, dikarenakan belum inkrachtnya putusan hukum atas terdakwa mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy prabowo,” ungkap Hadi.

Sedangkan, sambung Hadi, saat ini, Edhy Prabowo telah divonis bersalah oleh Pengadilan dan diperkuat juga dengan putusan bandingnya. Menurut Hadi, jika dirunut dari keterangan jubir KPK, maka LIRA perlu mempertanyakan kelanjutan kasus tersebut untuk status terperiksa Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, Kepala Bapedda Provinsi Bengkulu Isnan Fajri dan beberapa orang lainnya.

“Semoga ke depan dengan perhatian kita bersama tentang kasus ini, kita mendapatkan kepastian hukum demi kepentingan Provinsi Bengkulu,” demikian Hadi. (461)

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com