September 22, 2020

Kapolda ke BDTV: Ajak Saya Ngevlog Dong!

Ini Tanggapan Kapolda Terkait Fenomena Media-Media Baru Muncul Jelang Pilkada

Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020, bermunculan media-media baru. Fenomena ini ditanggapi Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Teguh Sarwono, Kamis (25/6/2020).

BDKlik.Com, – Benni Hidayat

JAM tanganku menunjukkan waktu pukul 12.50 WIB, jadwal pertemuan saya dan Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bengkulu, Wibowo Susilo bersama Kapolda Bengkulu, tepat pukul 13.00 WIB.
Mobil kami melaju dengan kecepatan Pemburu TKP BDTV, dari Sawah Lebar Kota Bengkulu. Jalanan kota siang itu sedang ramai. Dalam waktu 11 menit, kami sampai di Polda Bengkulu Jalan Adam Malik Kota Bengkulu. Waduh, telat 1 menit.
Saya jalan terburu-buru, Mas Bowo –sapaan akrab Ketua SMSI Prov Bengkulu–, yang sudah duluan datang ke Polda Bengkulu, menunggu di ruang Humas Polda Bengkulu. “Bapak masih ada tamu, tunggu ya,” kata Mas Bowo.
Alhamdulillah, ucapku dalam hati. Masih bisa ngopi dulu, karena hari ini saya belum ngopi. Kalau belum ngopi, saya seperti ada yang kurang.
“Ngopi dulu biar pintar,” itu pesan teman saya Arif Bolang. Pesan teman ini mencuci otak saya, sehingga alam bawah sadar saya terkontaminasi kalau belum ngopi belum pintar, hehehe.
Lumayan lama menunggu, baru pukul 14.45 WIB kami dipanggil untuk masuk ke ruang Kapolda. Sebelum masuk, protokol covid-19 diterapkan secara baik oleh Polda Bengkulu. Kami diperiksa suhu badan di kepala, kedua tangan juga disemprot cairan antisipasi corona.
Bersama saya, Mas Bowo selaku Ketua SMSI Prov Bengkulu, dan Aurego selaku Ketua Asosiasi Media Bengkulu Online (AMBO).
Ada satu lagi, ibu-ibu yang saya belum kenal dan baru kali ini ketemu. Kabarnya beliau pembina media-media online di Bengkulu.
Bersama Kapolda, ada Dir Intelkam Polda Bengkulu Kombes Pol Solihin dan Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno.
“Maaf lama nungguin ya. Tamu saya tadi lama banget, kan gak mungkin kalau saya suruh pergi,” canda Kapolda disambut tawa semua yang ada di ruangan.
Ini pertamakalinya saya bertemu Kapolda, dan ternyata beliau orangnya asyik dan santai. “Kalau sama saya itu santai aja,” ujarnya.
Setelah berkenalan dengan Ketua SMSI dan AMBO, giliran saya yang ditanya nama oleh polisi berbintang 2 tersebut. “Saya Benni ndan,” ucapku singkat.
Mas Bowo lalu memberi tahu Kapolda, “Benni ini ndan, dia yang punya Channel BDTV di Youtube. Subscribe dan penontonnya sudah banyak,” ujarnya.
“Namanya BDTV ya. Ajak saya ngevlog dong,” kata Kapolda disambut tawa seluruh ruangan.
“Bantu kita menginformasikan kinerja Polri di Youtubenya ya,” harap Kapolda lagi.
“Saya tahu Youtuber itu banyak yang sukses dan duitnya banyak. Semoga BDTV jadi Channel Youtube Bengkulu yang banyak disukai penonton dan saya doakan BDTV sukses,” tambah Kapolda lagi.
“Amiiin, terimakasih ndan,” jawabku sambil menengadahkan tangan.
Dalam hati saya berujar, “Waduh, duit saya belum banyak kayak youtuber lain. Aminin aja deh, semoga itu juga doa Kapolda agar BDTV banyak duit,” ucapku dalam hati, hehehe bercanda.

Wartawan dan Polri Sama, Harus Netral
Di kesempatan pertemuan siang itu, Kapolda kembali memberi pesan agar media dan wartawan netral menghadapi Pilkada serentak 2020.
“Kemarin saya sampaikan ke wartawan-wartawan di Polda, profesi wartawan dan polisi itu sama terkait Pilkada. Sama-sama harus netral,” jelas Kapolda.
“Bedanya, wartawan secara pribadi atau warga negara, tetap bisa memilih saat Pilkada. Sementara polisi itu seragam dan orangnya tetap harus netral,” tegas Kapolda disambut tawa.
Jelang Pilkada serentak juga, Kapolda berharap media menjadi salah satu corong untuk menciptakan kondusifitas Bengkulu.
“Ini jangan dipahami seolah-olah polisi mengatur-atur media. Tidak seperti itu. Kami malah sangat menghargai karya jurnalistik dan media pers itu mitra Polri,” kata Kapolda.
Mendapati fenomena jelang Pilkada serentak dengan bermunculan media-media online baru, Kapolda menegaskan tidak berpikiran buruk, atau menganggap media-media baru tersebut muncul karena kepentingan politik atau kepentingan calon.
“Kesan yang muncul kan seperti itu. Kalau saya, tetap pada media pers itu harus profesional. Nah kalau misal media itu bekerja tidak sesuai regulasi dan aturan-aturan pers, tentu ada hukum yang mengatur,” ungkap Kapolda.
Terkait jika ada media yang tidak profesional dalam menjalankan fungsi pers, Kapolda berharap Dewan Pers maupun organisasi-organisasi pers dapat memberi pembinaan, secara profesional.
“Kami sangat menghargai peran Dewan Pers. Kami juga sangat mengapresiasi kemitraan bersama media. Nah untuk media-media di Bengkulu, ayo kita lalui Pilkada serentak dengan kondusif, dan bekerja secara profesional,” imbau Kapolda.
Namun jika terdapat media-media yang tidak menjalankan fungsi pers secara profesional, apalagi melawan hukum, polisi tetap akan menjalankan fungsi sebagai penegak hukum.
“Kita serahkan ke Dewan Pers. Jika memang dinyatakan bersalah oleh Dewan Pers dan diserahkan ke polisi, tentu kita akan bertindak sesuai hukum dan aturan yang berlaku,” tegas Kapolda.
“Tolong Dir Intelkam dan Kabid Humas juga memantau dan memonitor ini, sehingga kita Polri dan media tetap bersinergi untuk pembangunan Bengkulu. Juga demi kesuksesan Pilkada,” imbuh Kapolda.
Azan Ashar berkumandang, Kapolda bergegas untuk menunaikan ibadah. “Ok kita foto dulu sebentar ya, sudah azan dan waktunya ibadah,” tutup Kapolda mengakhiri pertemuan.(**)