Edwar Samsi Sesalkan Putusan SKO Hanya Terima 10 Cabor

BDKlik.com, – Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Pengurus Provinsi (Pengprov) Bengkulu, Edwar Samsi menyesalkan dan menyayangkan, SMAN Keberbakatan Olahraga (SKO) Bengkulu hanya menerima 10 dari 15 cabang olahraga (Cabor) yang ada.

“Seharusnya SKO itu mengakomodir Cabor yang memang mempunyai bakat untuk mengangkat derajat Provinsi Bengkulu di bidang olahraga, bukan hanya olahraga populer tapi olahraga yang memang berpotensi bisa menoreh prestasi, seperti panjat tebing seharusnya mereka juga mengakomodir,” ujar Edwar.

Edwar yang diketahui juga merupakan Anggota DPRD Provinsi Bengkulu ini sangat menyesalkan atas keputusan SKO yang menurutnya tanpa membertimbangkan Cabor lain yang dia nilai berpotensi untuk menunjang kemajuan bidang olahraga di Provinsi Bengkulu.

“Karena yang kita didik dan akomodir ini adalah putra/putri Bengkulu. Seharusnya mereka melihat bukan banyaknya Cabor, melainkan Cabor yang berpotensi dan saya rasa tidak mungkin 10 Cabor. Seharusnya lebih banyak lagi Cabor yang disiapkan,” ungkap Edwar.

Terkait pihak SKO yang menyampaikan ketersediaan anggaran  merupakan suatu alasan hanya membuka pendaftaran pada 10 Cabor saja, Edwar menyangkal bahwa hal tersebut tidak menjadi persoalan.

“Kalau terkait masalah dana saya kira tidak jadi persoalan, sejauh mereka bisa berargumentasi dan bisa memberi gambaran potensi olahraga Cabor kita yang harus diangkat melalui SKO ini seharusnya bukan menjadi alasan,” tukas Edwar.

Dilansir sebelumnya, Kabid Pembudayaan Olahraga, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu, Syarif menyampaikan bahwa 10 Cabor yang terpilih adalah atletik, futsal, pencak silat, renang, senam ritmik, taekwondo, tenis meja, wushu, tinju dan sepak takraw.

Alasan hanya membuka pendaftaran 10 cabor itu, antara lain ada 3 pertimbangan. Pertama, untuk menutupi kuota siswa yg lulus dari Cabor-Cabor terdaftar. Kedua, untuk memenuhi kuota cabor yakni 1 pelatih melatih 4 hingga 5 siswa yang mana kondisi saat ini ada 1 cabor yang hanya 2 siswanya. Lalu yang ketiga, untuk mengoptimalkan program pembinaan atlit/siswa yang disesuaikan dengan ketersediaan anggaran agar dapat dimanfaatkan secara optimal. (569)