September 26, 2021

DPRD Kota Usulkan PD-RAN Dibubarkan

BDKlik.com, – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu mengusulkan agar
Perusahaan Daerah Ratu Agung Niaga (PDRAN)
dibubarkan. Hal ini mencuat saat pembahasan revisi Peraturan Daerah (Perda) terkait status PDRAN yang diusulkan menjadi Perseroan Terbatas atau PT yang dilaksanakan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) dan tim legislasi Pemerintah Kota Bengkulu.

Ketua Bapemperda Kota Bengkulu Solihin Adnan mengatakan, hal ini untuk mengantisipasi turunnya permasalahan dari direksi lama kepada direksi yang baru natinya.

“Kita mulai dari nol. Jadi PDRAN ini meskipun ada pertanggungjawaban pribadi-pribadi tehadap aset itu menjadi tanggungjawab pribadi, kita tidak mau nanti jadi kutukan sejarah,” kata Solihin Adnan, Senin (14/6/2021).

Ketua Fraksi PAN sekaligus Anggota Bapemperda DPRD Kota Bengkulu, Kusmito Gunawan mengatakan, memang sebaiknya PDRAN dibubarkan dulu, karena dinilau selama ini mencatat kinerja buruk dan tidak memiliki kontribusi terhadap daerah serta sudah mencapai kondisi pareto optimal.

“Upaya likuidasi ini juga merupakan bagian dari aksi transformasi perusahaan daerah yang digalakkan pemerintah pusat. Jika dipandang perlu, maka Pemerintah Daerah bisa mengusulkan pembentukan perusahaan daerah yang baru dengan catatan harus mempunyai pelayanan produk dan servis yang strategis,” ungkap Kusmito.

Sementara usulan perubahan status ini untuk menjalankan amanat Peraturan Pemerintah nomor 54 tahun 2017 yang mengamanatkan semua BUMD milik pemerintah harus menyesuaikan nomen klatur antara menjadi PT atau Perum.

Diketahui, PDRAN sempat vakum beberapa tahun hingga akhirnya aktif kembali dengan direksi yang baru mulai 2019. Namun hingga semester pertama 2021 belum ada PAD yang dihasilkan.

Kabid Perekonomian Setda Kota Bengkulu Dadi Hartono mengaku sejak 2019 hingga 2020 PDRAN belum ada PAD.

“Pelantikan pengurus baru itu 2019, kemudian kita baru mau aktif, pandemi Covid 2020. Ini 2021 jadi memang terseok-seok. Jadi 2019 sampai 2020 belum ada PAD. Namun 2021 ini Insya Allah akan menyetorkan PAD walaupun semampu mereka,” kata Dadi Hartono. (461)