December 5, 2021

BPJS Bantah Pengakuan Kepala Paud Soal Jebakan Batman

BDKLIK.com,-  Kepala BPJS Cabang Bengkulu Dr. Ardian Fitria membantah pengakuan Yuyun, Kepala PAUD Anggita Yayasan Riung Panang soal terkena jebakan Batman BPJS Kesehatan saat memenuhi panggilan pihak BPJS untuk merubah status BPJS Guru Paud yang sudah ada, menjadi BPJS yang ditanggung Yayasan.

Kepala BPJS Cabang Bengkulu Dr. Ardian Fitria mengatakan, sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 82 tahun 2018 bahwa setiap pemberi kerja wajib mendaftarkan pekerjanya ke dalam program JKN-KIS, dalam hal ini ke yayasan Riuang Panang yang sudah memiliki NIB dari DMPTPSP.

“Berdasarkan hal tersebut BPJS Kesehatan yang diberikan tugas berdasarkan Undang undang untuk memastikan badan usaha telah memberikan jaminan sosial Kesehatan kepada pekerjanya,” kata Dr. Ardian Fitria, Jumat (5/11/2021).

Dr. Ardian Fitria mengungkapkan, pada 21 September 2021 sesuai dengan tahapan pendaftaran Relation Officer (RO) dari BPJS Kesehatan melakukan telemarketing (pemberian informasi melalui telepon) kepada Badan Usaha Yayasan Riuang Panang no Telp Siti Yuniana tentang program JKN-KIS dan dilanjutkan dengan adanya undangan pemanggilan pemeriksaan oleh Tim P4 BPJS Kesehatan pada hari berikutnya.

“Setelah dilakukan pemeriksaan di Kantor BPJS Kesehatan Kemudian dari RO BPJS Kesehatan telah menjelaskan manfaat dan kewajiban dari pemberi kerja dari PPU Badan Usaha sebagaimana tertuang di dalam Peraturan PResiden nomor 82 Tahun 2018,” jelas Dr. Ardian Fitria.

Dr. Ardian Fitria menjelaskan, berdasarkan Perpres 82 tahun 2018 bahwa, Suami dan Istri sama sama bekerja maka pemberi kerja wajib mendaftarkan masing masing pekerja ke dalam Program JKN-KIS (pasal 14) dan di dalam Permensos nomor 5 tahun 2016; sementara bagi yang belum mempunyai kartu JKN-KIS sesuai denga Perpres 82 rahun 2018 pasal 13 Pemberi Kerja wajib mendaftarkan dirinya dan Pekerjanya sebagai Peserta Jaminan Kesehatan kepada BPJS Kesehatan dengan membayar Iuran.

“Setelah diberikan informasi Siti Yuniana telah menandatangani surat formulir catatan hasil pemeriksaan dan mengisi sendiri, menandatangani di atas materai serta di cap Yayasan form registrasi pendaftaran Badan Usaha, sehingga menurut hemat kami sangat keliru jika dikatakan Siti Yuniana telah terkena “Jebakan Batman” seperti diberitakan sebelumnya,” terang Dr. Ardian Fitria.

Dr. Ardian Fitria menambahkan, berkas lain yang dilampirkan adalah NIB, NPWP, daftar gaji pekerja, Profil tindik dan Profil guru. Setelah form registrasi di isi maka Langkah selanjutnya adalah melakukan registrasi Badan Usaha ke dalam aplikasi pemasaran, sehingga dapat disimpulkan secara prosedur.

“Tindakan telah dilakukan sesuai dengan tahapan prosedur pendaftaran sebagaimana mestinya dan sudah berdasarkan persetujuan badan usahanya, sehingga tidak tepat informasi jebakan batman,” tukas Dr. Ardian Fitria. (461)

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com