September 19, 2020

Bengkulu Bangun Dari Tidur Lelap

BDKlik.Com, – Provinsi Bengkulu baru-baru ini di nobatkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sebagai Provinsi terbaik kedua karena dinilai berhasil mengembangkan ekonomi kreatif serta revitalisasi wisata alam dalam mendukung ketahanan sektor pariwisata. Terkait ini, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah membeberkan penyebab Bengkulu dinobatkan sebagai Provinsi Bengkulu terbaik kedua saat Ngevlog bareng BDTV Cacam Nian di Gedung Daerah, Jumat (1/5/2020).

Disitu Rohidin Mersyah mengungkapkan, dalam mengevaluasi kinerja, tahapan-tahapan dari Bappenas cukup panjang, mulai dokumen administrasi, mempresentasikan dokumen yang dibuat oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu. Kemudian Bapenas mengecek dilapangan yang tahapannya sangat rigit dan parameter-parameter yang mereka buat. Rohidin Mersyah mengaku kalau mengkomparasikan Bengkulu dengan Provinsi tetangga, meskipun sama-sama Provinsi dilihat dari kemasan bukan pembanding, Bengkulu sangat jauh, mulai dari jumlah penduduk yang lebih banyak Provinsi tetangga, luas daerah masih luas mereka, nilai APBD mereka lebih besar, aktifitas ekonominya juga. Tetapi dalam hal ini, Bappenas melihat sinergitas keterpaduan program, pencapaian program dan inovasi yang disusun oleh Kepala Daerah bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) jadilah sebuah program pemerintah. Jadi walaupun Provinsi itu skupnya kecil kalau programnya tepat, sinergitas dengan pusat sejalan, capaiannya jelas, inovasinya ada maka bisa menjadi lebih baik.

Rohidin Mersyah menjelaskan, ketika mendisain untuk membangun Bengkulu maka kebijakannya harus jelas, seperti apa yang harus dibangun secara mendasar. Maka dalam hal ini Pemerintah ingin membuka keterisolasian Bengkulu yang ini nanti ujungnya ke pariwisata. Bengkulu dinilai oleh pusat dalam dua, tiga tahun terakhir Bengkulu berhasil membuka keterisolasian seperti dalam hal transportasi udara, sebelumnya pintu masuk Bengkulu hanya Jakarta-Bengkulu, kemudian dibuka ke Palembang, kemudian Jambi, Padang, Lampung, Bandung dan, Jogjakarta.

“Akhirnya terbukalah pintu Bengkulu dari sisi udara dan ini akan membuka aksesbilitas pariwisata,” kata Rohidin Mersyah.

Kemudian, kata Rohidin Mersyah, membuka keterisolasian darat yang tidak terhubung dengan empat Provinsi tetangga kecuali pintu tengah jalur Curup, namun kalau digandeng dengan Tol maka bisa meyakinkan pemerintah pusat yang tadinya ruas tol penghubung antara Tol Timur kawasan Lampung, Aceh yang baru dibangun, kemudian Palembang-Indralaya. Indralaya-Prabumulih sudah jalan dan lanjutannya Prabumulih-Lubuk Linggau yang belum tau kapan akan dibangun. Kemudian Lubuk Linggau-Bengkulu jadi prosedur urutannya secara nasional begitu.

“Dan kita berhasil meyakinkan pemerintah pusat, saya katakan balik aja dari stag yang begitu, kita bangun dari arah Bengkulu, yaitu Pulau Baii- Lubuk Linggau, coba kalau urutan dari yang pertama tadi mungkin tahun 2070 kita baru dapat. Namun saya yakinkan ayo buka ini dan ini akan mengakselerasi kawasan tengah karena kawasan tengah Pulau Sumatera itu, Linggau, Lahat, Empat Lawang, Surolangun, Muratara. Logistik dari situ dapatnya kalau tidak dari Timur Palembang dari Selat Sunda dan butuh waktu 10 sampai 12 jam namun ketika tol dibuka ke Bengkulu Pulau Baii mungkin hanya butuh waktu 2 jam, berapa efisiensi ekonomi untuk Sumatera, maka Menko perekonomian setuju dan PU juga dan mengalihkan keruas ini yang dinilai potensial menggerakkan ekonomi,” ungkap Rohidin Mersyah.

Maka, sambung Rohidin Mersyah, ini yang akan membuka keterisolasian Bengkulu, Pemerintah akan meyakinkan nanti kalau ini terbuka, kawasan tengah tadi mereka tidak punya laut, sabtu dan minggu mereka akan ke Bengkulu yang hanya memakan waktu tempuh satu jam. Maka ini dapat dikatakan Bengkulu bisa memadukan ukur. Provinsi besar belum tentu punya desain yang sistematis begini kinerjanya.

“Ini baru bicara keterisolasian. Kita berhasil membuka keterisolasian dari aspek udara yaitu tujuh penerbangan baru dengan Provinsi tetangga bahkan akan di upgrade menjadi bandara internasional, kalau ini bukan karena Covid-19 ini sudah akan dibangun, ini lompatan yang luar biasa. Kalau daerah lain mereka sudah lama mencapai posisi itu, kita ini ibarat baru bangun, bangun dari tidur lelap. Ini yang dinilai pusat, menurut mereka lompatan baru dalam hal membuka keterisolasian. Memang ini perlu kita buka agar timbul rasa percaya diri orang Bengkulu oh ini yang bisa membuat kita bangun, itu keterisolasian darat,” beber Rohidin Mersyah.

Rohidin Mersyah melanjutkan, rancangan yang ketiga yaitu akan membuka Bengkulu dari keterisolasian darat ini akan membuka Mukomuko agar tembus ke Kerinci Jambi, kalau tidak dibuka itu, orang mau ke Kerinci mutar dulu ke Pesisir Selatan baru masuk ke Kerinci itu memakan waktu lama dan kalau dipotong hanya makan waktu kurang dari satu jam. Kemudia kedua adalah Lebong ke Surolangun, orang Lebong kalau mau ke Surolangun keluar dulu ke Curup, Lubuk Linggau, mutar Muratara baru ke Surolangun dan ini nanti akan di potong. Selanjutnya orang Empat Lawang mau ke Bengkulu mutar lewat Kepahiang dan ini akan dibongkar dan dihubungkan ke Sukaraja Seluma.

“Ini nanti kita orang akan bergerak kesini, ini namanya kita berfikir besar agar betul betul yang perubahan dari sisi menjual pariwisata alam, kita harus mencarikan pasarnya dulu, ini yang kita kejar, bukan kita moles-moles pantai dulu tapi kita bukakan dulu akses, ini sudah berhasil dan tinggal kita merealisasikan agar benar-benar terwujud secara maksimal,” urai Rohidin Mersyah.

Rohidin Mersyah menyatakan, bandara Fatmawati tidak hanya mengubah menjadi Bandara Internasional. Namun lapangan Udara Angkatan Laut Juanda Surabaya akan membuka Lanudal di Bengkulu tujuannya pengembangan Bandara Fatmawati betul-betul maksimum, ada pengawasannya, wilayah pesisir Bengkulu ada pengawasannya maka akan semakin besar Bandara ini dan orang semakin yakin terbang ke Bengkulu dan ini yang dinamakan pra kondisi membangun sektor Pariwisata yang sesungguhnya.

“Jadi jangan melihat lho kok bisa Bengkulu, saya bilang saya bisa sekali, saya mampu meyakinkan Bappenas, meyakinkan kementrian. Ini konsep kita dalam membangun Bengkulu dan dampaknya ini nanti bukan hanya Bengkulu yang tertolong, tetapi pertumbuhan ekonomi Sumatera akan naik dengan adanya aksesbilitas masuk ke Bengkulu, nilai inflasi Sumatera akan turun, karena itu tadi kebutuhan logistik kawasan tengah tidak lewat Timur lagi. Lewat Pulau Baii dekat dan Pulau Baii akan bergerak menjadi pintu gerbang ekonomi baru di kawasan barat, ini kita koneksitaskan, dengan Lampung, Tanjung Priuk, Teluk Bayur, Belawan Sumatera Utara, sampai ke Sabang ini akan terkoneksi semua. Maka nanti orang akan lhat inilah desain ekonomi baru. Ini baru bicara aksesbilitas,” jelas Rohidin Mersyah. (461)

Leave a Reply