Bakal Dipanggil Polda Soal Jaminan Terhadap Tsk Penipuan Rp 1 Miliar, Begini Respon Rohidin

BDKLIK.com, – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bengkulu berencana akan memanggil Rohidin Mersyah, Plt Gubernur Bengkulu tahun 2018 yang saat ini merupakan Gubernur Bengkulu.

Rencana pemanggilan terhadap Rohidin tersebut berkaitan dengan jaminan yang ia berikan terhadap Herawansyah, Mantan Kepala Dinas PU Seluma yang menjadi tersangka (Tsk) kasus dugaan penipuan terkait investasi bisnis jual beli telepon seluler yang mengakibatkan korban Ismail Hakim mengalami kerugian hingga Rp 1 miliar.

Terkait hal tersebut, Rohidin Mersyah Plt Gubernur Bengkulu 2018 yang saat ini selaku Gubernur Bengkulu mengatakan, pemanggilan terhadap dirinya sah-sah saja.

“Ya itukan kita sebagai Gubernur sebagai Rohidin pribadi, saya kira sah-sah saja itu, yang penting itu yang bersangkutan (tersangka) kooperatif dan tidak melarikan diri apabila diminta keterangan juga bagus,” kata Rohidin, Rabu (12/1/2022).

Dikilas balik, Rohidin menjelaskan bahwa proses hukum tersebut sudah panjang sekali.

“Ini proses hukumnya juga panjang sekali. Coba kalau dulu ditahan, sudah dua tahun kan coba, proses hukumnya belum jalan kan. Nah ini, maka penting penangguhan sepanjang tadi, yang bersangkutan tidak melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti. Coba kita fikirkan kalau 2 tahun lalu ditahan,” tukas Rohidin

Dilansir dari berita sebelumnya, Direktur Reskrimum Polda Bengkulu, Kombes Pol. Teddy Suhendyawan Syarif mengatakan, Plt Gubernur Bengkulu 2018 lalu akan dimintai keterangan terkait jaminan yang diberikan terhadap tersangka Herawansyah. Pasalnya, tersangka tidak pernah hadir dalam pemanggilan untuk pemeriksaan.

“Yang dinyatakan yang bersangkutan (tersangka mengaku kooperatif) pada kesempatan lalu, realisasinya hanya hari itu saja. Selebihnya dari tanggal 1 Januari sampai sekarang gak ada, saya cek gak ada, absensi sudah kita siapkan tapi enggak ada. Makanya kita panggil secara bersurat, termasuk kita memberitahukan kepada yang menjamin, iya (penjamin dipanggil) diberitahukan dulu, kalau tidak ada respon dari yang menjamin ya kita panggil,” kata Teddy, Rabu (12/1/2022).

Teddy menjelaskan, Polda Bengkulu akan bersurat kepada penjamin bahwa faktanya tersangka tidak kooperatif memenuhi panggilan maupun wajib lapor sebagai tahanan Kota.

“Sekarang kita butuh fakta nih dan fakta di kita belum ada yang bersangkutan (tersangka) mengikuti aturan yang sudah ditentukan,” jelas Teddy.

Diketahui, kasus dugaan penipuan yang menjerat Herawansyah ini terkait investasi bisnis jual beli telepon seluler yang mengakibatkan korban Ismail Hakim mengalami kerugian hingga Rp 1 miliar.

Polda Bengkulu pada 2018 lalu telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus penipuan tersebut yakni Herawansyah dan Adib yang kala itu ditetapkan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Seharusnya, waktu itu tersangka Herawansyah sudah ditahan penyidik namun urung lantaran dijamin Plt Gubernur Bengkulu Rihidin Mersyah.

Jaminan itu tertuan dalam surat itu nomor: 182/744/B.2/2018 tanggal 29 Oktober 2018 yang ditujukan kepada Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bengkulu selaku penyidik.

Di dalam surat itu, Rohidin sebagai Plt Gubernur Bengkulu menyatakan, menjamin Herawansyah selaku tersangka karena sedang melaksanakan tugas pemerintah dalam hal judicial review ke Mahkamah Konstitusi.

Judicial review itu menyangkut Undang-undang nomor 5 tahun 2015 tentang Aparatur Sipil Negara. Rohidin juga memberi tugas pemerintahan lainnya kepada Herawansyah yang kala itu belum lama bebas menjalani pidana penjara kasus korupsi jalan di Kabupaten Seluma. (461)

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com