September 29, 2020

Apakah Orang-orang di Pasar Kebal?

Oleh Dedy Wahyudi

Wakil Walikota Bengkulu

Dokter Hamzah Hasan galau dan sedih ketika teman sejawatnya terpapar covid. Dia posting di medsos dan men tag saya.

Saya paham maksudnya. Selain secara emosional kami dekat dan sering diskusi, beliau minta orang-orang di pasar jaga jarak. Pak Syaiful Anwar Ab juga khusus WA saya yang risau melihat orang pasar.

Walikota Bengkulu Helmi Hasan (kopiah putih) dan Wawali Bengkulu Dedy wahyudi saat meninjau pasar

Pagi kemarin usai paripurna virtual, masih berpakaian PSR dan PSL kami terjun ke pasar. Kami geleng-geleng kepala. 

“Bu… bu… mana maskernya. Ayo pakai,” sapa Walikota Bengkulu, Helmi Hasan.

Kami membawa 500 masker langsung habis dalam sekejap. “Pakai Bu ya,” sembari saya menyodorkan masker.

Satpol PP dan Disperindag sudah buat garis kotak-kotak sebagai pembatas. Jalan yang selama ini dilarang berjualan, kita biarkan dipakai. Asalkan mau jaga jarak.

Jujur saya bingung. Itu para dokter dan perawat yang sangat disiplin pakai masker saja bisa terpapar. 

Sementara orang-orang di pasar, sudahlah tidak bermasker juga tidak mengenal istilah phisical distancing atau social distancing. 

Salah seorang dokter spesialis yang terpapar, saya tahu betul beliau sangat disiplin. Tidak ada kontak dengan pasien PDP. Tapi kok bisa kena?

Dugaan sementara, beliau terpapar dari pasien lain OTG (orang tanpa gejala). Begitu pun dokter spesialis jantung, diduga tertular dari pasien jantung OTG. 

Wahai … para dokter dan perawat. Kalian adalah pahlawan kami. Ya Rabb… jagalah mereka. Jauhi mereka dari virus Covid ini.

Kalau garda terdepan tumbang, siapa lagi yang akan mengurusi pasien? Saat ini saja, di atas 50 orang  tenaga kesehatan dikarantina. 

Ada kekhawatiran Dr Hamzah, rumah sakit akan colaps. Karena tidak ada lagi perawat dan dokter. Kerabat saya perawat senior sempat curhat. 

“Setiap pergi kerja, baru masuk halaman rumah sakit saja kami sudah trauma. Mental kami down,” ujarnya lirih.

Kembali ke cerita pasar tadi. Walikota sudah membuat edaran wajib bermasker dan jaga jarak. Hari ini Satpol kembali turun ke pasar. Tapi tidak pakai rotan, seperti polisi India.

Di pasar kemarin, saya bergumam dalam hati. “Sungguh Allah Maha Besar. Mereka seolah tak terpengaruh wabah. Toh, mereka sehat-sehat saja.”

Atau mereka memang kebal? 😩🤦🏻‍♂️

Si Mbak Corona itu tak berani mendekat? 

Wallahualam…