December 5, 2021

Aktor Utama Pembunuhan Berencana Perangkat Desa Ditembak

BDKLIK.com, – Polres Bengkulu Tengah berhasil menangkap tiga tersangka pembunuhan Perangkat Desa Lubuk Unen Kabupaten Bengkulu Tengah yakni EN dan SN dan AK, MW.

Kapolres Bengkulu Tengah, AKBP Ary Baroto S.IK M.H mengatakan, EN ditangkap di Kota Pekanbaru, Riau dan sedangkan tiga tersangka lainnya ditangkap di Kabupaten Merangin dan Rejang Lebong.

“Tersangka EN adalah aktor utama atau otak dari pembunuhan. EN yang merencanakan serta membagi tugas dan peran masing-masing tersangka,” kata Kapolres saat konferensi pers di Mapolres Bengkulu Tengah, Rabu (24/11/2021).

Selain pelaku utama, EN juga merupakan donatur atau penyedia dana untuk melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap korban yang merupakan seorang perangkat desa.

“Saat hendak ditangkap, tersangka berusaha melawan dan melarikan diri, sehingga terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan,” jelas Kapolres.

Kapolres membeberkan, kronologis tindak pidana pembunuhan itu berawal pada 1 Juli 2021 sekira pukul 08.00 WIB. Tersangka MW diperintahkan oleh EN untuk memantau korban SE di Rumahnya.

Kemudian, sekira pukul 13.30 WIB korban keluar dari Rumahnya yang terletak di Desa Lubuk Unen Kecamatan Merigi Kelindang Kabupaten Bengkulu Tengah.

Selanjutnya, tersangka MW langsung mengikuti korban dan menelepon EN dan menyampaikan bahwa korban SE sudah berada di Kantor Desa.

Setelah itu, para tersangka datang ke Balai Desa Lubuk Unen Baru dengan menggunakan 1 unit sepeda motor honda Revo milik EN dengan posisi EN yang mengendarai sepeda motor.

Sesampainya di Kantor Desa, para tersangka turun dari sepeda motor, lalu EN dan SN dan AK, menuju ke Kantor Balai Desa dan menemui korban SE yang sedang berada di sudut depan kiri Kantor Balai Desa.

Setelah posisi para tersangka berhadapan dengan korban SE, tersangka EN langsung menyerang korban SE dengan cara menusukan pisau yang dibawanya berkali-kali kearah tubuh korban dan tersangka lainnya membacok korban berkali-kali kearah tubuh korban dengan menggunakan parang.

Lalu, setelah para tersangka memastikan tubuh korban tidak bergerak para tersangka langsung meninggalkan halaman Kantor Balai Desa menggunakan sepeda motor.

“Tersangka EN memiliki dendam pribadi terhadap korban. Menurut tersangka, korban iri dengan perkerjaan proyek jalan yang dikerjakannya dan melaporkan hal tersebut ke Aparat Penegak Hukum (APH). Tersangka EN tak bisa mencalonkan diri sebagai Kepala Desa,” ungkap Kapolres.

Kapolres menambahkan, tersangka dijerat pasal 340 KUHPidana subsider Pasal 338 KUHPidana lebih subsider pasal 351 ayat (3) KUHPidana dengan pidana mati, atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu , paling lama 20 tahun penjara. (461)

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com