Adik Bupati Mukomuko Mangkir dari Panggilan Kejari Soal Kasus Bansos

BDKLIK.com, – Adik Bupati Kabupaten Mukomuko berinisial S mangkir dari panggilan tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Mukomuko terkait penyidikan dugaan korupsi Bantuan Sosial (Bansos) Kementerian Sosial (Kemensos) pada program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebesar Rp 40 miliar dari bulan september 2019 hingga september 2021.

Kasi pidsus Kejari Mukomuko, Andi Setiawan, SH.MH mengatakan, dari sejumlah saksi yang dimintai keterangan diakhir tahun 2021 lalu, ada seorang saksi yang tidak datang tanpa alasan yang jelas yakni adik Bupati Mukomuko berinisial S. Untuk Itu, diawal tahun 2022, tim penyidik Pidsus Kejari Mukomuko segera melayangkan panggilan ke dua terhadap yang bersangkutan.

“Kebetulan panggilan pertama belum datang, kita panggil lagi yang kedua. Alasannya gak datang sementara gak ada konfirmasi, tidak ada keterangan,” kata Andi, baru-baru ini.

Andi Setiawan menambahkan, saat ini pihaknya tinggal mengajukan permohonan audit kerugian negara (KN) yang rencananya akan dilakukan pertengahn Januari 2022. Setelah hasilnya keluar barulah penyidik akan segera menetapkan bakal calon tersangkanya yang kemungkinan lebih dari satu orang. Sementara, jumlah e-warung program BPNT Mukomuko sebanyak 66 unit dan tersebar di 15 Kecamatan se-Kabupaten Mukomuko.

Perkiraan sementara, oknum yang terlibat dalam pengadaan bahan pangan ke e-warung, diduga mendapatkan keuntungan sekitar Rp 10 ribu dari setiap kali KPM melakukan transaksi. Setiap KPM mendapat bantuan sosial BPNT dari pemerintah sebesar Rp 200 ribu per bulan. Dengan jumlah KPM penerima bantuan untuk tahun 2021 sebanyak 10.724 KPM. (461)

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com