September 24, 2020

50 Ribu Butir Pil Obat Batuk Diamankan Polisi

BDKlik.Com, – Berbagai cara dilakukan para remaja untuk bisa mabuk dan berhalusinasi, salah satunya mengkonsumsi obat batuk secara berlebihan

Diketahui Polres Bengkulu Selatan jajaran Polda Bengkulu, sejak April hingga Juni 2020 menyita sebanyak 50 ribu butir pil merek samcodin yang biasa digunakan untuk obat batuk namun disalahgunakan remaja setempat untuk mabuk-mabukan.

Selain menyita sebagai barang bukti polisi menetapkan 8 tersangka pelaku pengedar dan penjual pada sejumlah generasi muda di daerah itu.

“Penyalahgunaan obat batuk di Bengkulu Selatan untuk dikonsumsi secara berlebihan menimbulkan efek mabuk-mabukan oleh kalangan remaja, akhirnya kami menyita dan menetapkan tersangka pada sejumlah pengedar pada kalangan remaja,” ujar Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno, Sabtu (6/6/2020).

Sudarno mengatakan dari data yang dimiliki Polres Bengkulu Selatan, satuan Narkoba Polres setempat telah melakukan operasi penangkapan peredaran dan penyalahgunaan obat batuk sejak Februari 2020 hanya mengamankan barang bukti pil dalam jumlah kecil.

Setelah April 2020 Polres Bengkulu Selatan mengamankan 41.200 butir pil obat batuk merek samcodin.

Bersama operasi tersebut polisi ikut menahan dua terduga pelaku yang membawa pil tersebut dalam jumlah besar tanpa disertai surat menyurat.

Selain mengamankan obat samcodin polisi juga mengamankan uang sejumlah Rp 35,9 juta serta satu unit mobil sedan Totota Vios yang dibawa para pelaku.

Operasi terbaru dilakukan pada 2 Juni 2020, Polres Bengkulu Selatan dibawah kendali Kasat Narkoba Polres Bengkulu Selatan, Iptu Welli Wanto Malau, kembali menyita 3.300 butir samcodin yang disimpan oleh tiga orang yang telah ditetapkan tersangka.

“Sebelumnya juga terdapat ibu rumah tangga yang menimbun pil tersebut untuk diedarkan dan dijual pada kalangan remaja di Bengkulu Selatan,” ungkap Sudarno.

Ia tegaskan hasil operasi sejak April hingga Juni 2020 sebanyak 50 ribu butir pil samcodin diamankan dan menetapkan 8 tersangka pengedar, penimbun pil samcodin yang disalahgunakan.

Polisi menjerat sejumlah tersangka dengan UU kesehatan RI no 36 tahun 2009, karena tidak punya izin untuk mengedarkan obat-obatan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Sudarno mengatakan efek dari konsumsi obat batuk samcodin secara berlebihan adalah menimbulkan halusinasi serta ketergantungan.

Apalagi kalau satu orang remaja menelan 10 butir pil secara serentak dapat menimbulkan efek yang tidak baik.

“Dari pemeriksaan ada yang sudah ketergantungan tinggi dapat menelan 35 butir pil sekali tenggak,” ujar Sudarno.

Efek terburuk lainnya bila ketergantungan obat tersebut Sudarno menyebutkan hasil interogasi polisi aksi pencurian yang perna terungkap dilakukan kedua remaja perempuan karena didorong oleh motif ingin membeli pil samcodin untuk mabuk.

“Efek kriminalitas akibat penyalahgunaan obat tersebut bermacam-macam ada kasus remaja nekat mengancam pembunuhan terhadap orangtuanya karena butuh uang untuk membeli obat tersebut,” jelas Sudarno.(813)