December 2, 2021

4 Mama Muda Buka Jasa Open BO Tanpa Sepengetahuan Suami Diciduk Polisi

BDKLIK.com – Empat orang mama muda Kabupaten Kepahiang diciduk Tim Elang Jupi dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kepahiang karena nekat membuka jasa prostitusi online via aplikasi atau open Booking Order (BO). Dari empat mama muda yang ditangkap, satu orang sebagai mucikari dan tiga lainnya sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK).

Polisi juga menangkap satu orang pria pemilik kontrakan sebagai tempat prostitusi tersebut.

Modus para pelaku dalam melancarkan aksinya yakni dengan menawarkan jasa Open BO melalui aplikasi chat mesum. Setelah mendapatkan pria hidung belang, sang muncikari lalu menawarkan harga, dan setelah sepakat maka mucikari langsung mengarahkan ke lokasi kontrakan yang digunakan untuk prostitusi di Kelurahan Mandi Angin Kabupaten Kepahiang.

Kapolres Kepahiang AKBP Suparman S.IK, M.AP, didampingi Kasat Reskrim Polres Kepahiang AKP Welliwanto Malau, S.IK., MH mengatakan, kelima tersangka yang diamankan yakni HM (23), SA (22), MC (21), MS (22), JA (24). Mereka ditangkap di sebuah kontrakan di Jalan Mandi Angin Kelurahan Pensiunan Depan, pada 5 Oktober 2021.

Penangkapan berawal dari informasi adanya prostitusi online lewat aplikasi MiChat yang meresahkan masyarakat sekitar. Kemudian unit Opsnal Tim Elang Jupi dan Unit PPA melakukan Under Cover atau penyamaran serta pemetaan tempat lokasi juga orang-orang yang terkait dengan prostitusi online ini dengan cara masuk atau menggunakan aplikasi MiChat tersebut.

Anggota yang melakukan penyemaran pun segera melakukan kesepakatan atau deal harga dengan akun yang diketahui prostitusi Online yang menawarkan Open Booking (BO), Setelah terjadi deal harga 800.000,- (delapan ratus ribu rupiah) untuk 2 orang PSK. Anggota yang menyamar diarahkan oleh pelaku yang menawarkan open BO di MiChat ke kontrakkan yang berlokasi di Jalan Mandi Angin Kelurahan Pensiunan Depan.

Lalu, Satreskrim Polres Kepahiang yang dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Kepahiang AKP Welliwanto Malau, S.IK., MH melakukan penggerebekan.

“Bersama kelima tersangka kami juga menyita barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp. 1.700.000 diduga hasil dari praktik prostitusi,” kata Kapolres.

Kapolres menambahkan, tersangka dijerat Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang jucto pasal 45 ayat (1) jucto pasal 27 Ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia nomor 19 tahun tentang perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Jo Pasal 55 Ayat (1) KUHP dan akan menjalani proses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (461)

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com